Target Pembangunan Jalan Baros Kota Cimahi Akhir Januari

INFRASTRUKTUR : Kendaraan melintas di Jalan Baros. Saat ini progres pembangunan tersebut masih menunggu pengerasan jalan.

INFRASTRUKTUR : Kendaraan melintas di Jalan Baros. Saat ini progres pembangunan tersebut masih menunggu pengerasan jalan.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Proses pelebaran Jalan Baros segera diselesaikan. Saat ini, proses pelebaran jalan tersebut baru sebatas memundurkan tembok existing milik Pusdik Armed.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR, Wilman Sugiansyah mengatakan, semenjak dilakukan pembongkaran trotoar, hingga saat ini jalan tersebut alasnya masih berupa tanah.

Sehingga perlu dilakukan pengerasan menggunakan beton. Sementara untuk anggaran betonisasi sebesar Rp200 juta.

“Targetnya akhir bulan sudah selesai,” ungkap Wilman.

Terkait rincian anggaran pengerasan jalan, ia menjelaskan, anggaran sebesar itu sudah termasuk pembuatan trotoar, sekaligus penyediaan drainase baru sebagai run off air agar tidak banjir.

“Drainase paling penting, karena drainase yang sebelumnya juga tidak berfungsi,” katanya.

Menurutnya, proses pembongkaran properti milik Pusdik Armed sendiri belum selesai, sebab masih ada ornamen meriam yang posisinya menjorok ke jalan dan menghalangi kendaraan.

“Untuk kendaraan yang dari exit Tol Baros ke arah Cimahi memang agak terhalangi patung meriam, nanti itu juga akan dimundurkan sejajar dengan gerbang utama. Jadi sebetulnya masih belum selesai,” bebernya.

Proses hibah tanah untuk pelebaran jalan itu memasukkan kompensasi berupa pembuatan museum di dalam area Pusdik Armed, yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi.

“Setelah pengerjaan pelebaran jalan ini selesai, baru kita mengukur tanah untuk pembuatan museum. Masih di dalam Pusdik Armed. Pembahasan lebih lanjutnya nanti, setelah proyek ini selesai,” jelasnya.

Ruas Jalan Baros yang dilebarkan nantinya diharapkan mampu menampung tiga mobil sekaligus, untuk mengurai kemacetan dari exit Tol Baros yang kerap terjadi setiap sore dan akhir pekan.

“Lebarnya sendiri jadi 8,6 meter, karena sekarang hanya 4,6 meter. Panjangnya hampir 200 meter. Untuk rambu-rambu di jalan itu jadi kewenangan Dinas Perhubungan,” tandasnya.

(RBD/dan/pojokjabar)

loading...

Feeds