Ketua KPU Tak Konsisten, Ide Awal Visi Misi Capres Prabowo Diubah dari KPU, tapi Ujungnya KPU Menolak!

Prabowo Subianto (Rmol)

Prabowo Subianto (Rmol)

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Kubu PrabowoSandi sayangkan sikap Ketua KPU Arief Budiman yang mencla-mencle atau tak konsisten. Ide awal perubahan visi misi capres Prabowo berasal dari ketua KPU.

Hal ini berkaitan dengan permohonan revisi visi-misi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang ditolak KPU.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menjelaskan, ide awal atau latar belakang pihaknya mengubah visi misi calon presiden dan wakil presiden adalah pernyataan Ketua KPU Arief Budiman.

Dia kemudian menukil pemberitaan media online yang isinya pernyataan Arief mempersilakan pasangan calon untuk mengubah visi misi sebelum debat digelar.

Perubahan itu dipersilakan lantaran Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta visi misi calon harus sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang.

“Jadi dalam berita dikatakan hari terakhir untuk mengubah visi dan misi itu satu hari sebelum debat. Artinya kalau debat tanggal 17 besok, maka tanggal 16 itu sesungguhnya masih boleh mengubah visi dan misi,” jelas Jansen dalam diskusi di sebuah TV swasta nasional, Sabtu (12/1) lalu.

Jansen kecewa dengan KPU karena dengan cepat berubah pikiran. Sebab, saat mereka mengajukan perubahan visi misi, KPU menolak. Alasannya, karena masa revisi sudah berakhir saat tahapan kampanye dimulai.

“Jika kini mereka bilang visi misi tidak boleh, kami sebagai peserta pemilu ini harus pegang omongan siapa? Ketua kalian bilang visi misi boleh diubah sebelum debat, kami sudah ajukan. Tapi kemudian kalian tolak,” tutupnya.

Seperti diketahui, pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengubah visi-misi yang telah disetor ke KPU. KPU menyatakan perbaikan dokumen visi-misi dan program kandidat Pilpres 2019 tak bisa dilakukan lagi.

“Prinsipnya begini, visi-misi, program pasangan capres dan cawapres itu kan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendaftaran. Karena posisi regulasinya begitu, maka sudah tidak dimungkinkan lagi ada perubahan visi-misi, program dari pasangan capres dan cawapres,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Kamis (10/1).

Wahyu beralasan dokumen visi-misi merupakan salah satu persyaratan proses pendaftaran capres dan cawapres. Karena tahapan proses pendaftaran itu sudah dilalui, dokumen visi-misi itu, menurut Wahyu, tak bisa diubah lagi.

Dikatakan Wahyu seperti dilansir detik, prinsipnya visi-misi, program itu bagian dari persyaratan proses pendaftaran pasangan capres dan cawapres.

Karena itu bagian dari proses pendaftaran, maka tahapannya kan sudah berlalu sehingga perbaikan dokumen visi-misi, program tidak memungkinkan lagi. Itu prinsipnya begitu.

Tetapi dalam berkampanye, tentu saja KPU tidak bisa membatasi pasangan capres dan cawapres dalam berkampanye untuk menyampaikan pandangan-pandangan, gagasan-gagasan demi kemajuan bangsa Indonesia lima tahun mendatang.

“Itu kan dua hal yang berbeda. Yang kita atur adalah dokumennya, Mas. Dokumennya kan sudah melewati tahapan, begitu,” ujarnya.

KPU menerima surat terkait perubahan visi-misi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada 9 Januari 2019. KPU selanjutnya akan membalas surat resmi itu kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

(ian/rmol/int/pojokjabar)

loading...

Feeds