Prostitusi Online Vanessa Angel Makin Vulgar, Terseret Hingga Pilpres 2019

Vanessa Angel./Foto: ps

Vanessa Angel./Foto: ps

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Sejumlah warganet sibuk membicarakan kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel.

Bahkan, komentarnya bermacam-macam. Ada komentar nyaris tidak terkontrol, bahasanya vulgar, ada juga yang menyeretnya ke wilayah politik Pilpres 2019.

Misalnya, seperti yang disampaikan pegiat media sosial yang juga pendukung Jokowi, Denny Siregar di akun Twitter miliknya @Dennysiregar7.

“Habis bayar sekali crot 80 juta, terus teriak, “jaman Jokowi apa-apa mahal !!” tulis Denny Siregar seperti dilansir RMOLJatim (Pojokjabar.com group), Kamis (10/1).

Rekan Denny Siregar yang juga sama-sama pegiat medsos dan pendukung Jokowi, Permadi Arya alias Abu Janda juga menyampaikan hal yang serupa, sembari menyerempet paslon Prabowo-Sandi.

“Masih banyak yang sanggup bayar apem 80 juta sekali tembak adalah bukti Pak Prabowo dan Sandiaga Uno nebar hoax dengan mengatakan ‘rakyat makin miskin’,” ungkap Abu Janda di akun @permadiaktivis.

Pegiat medsos yang pernah diundang Jokowi ke Istana, Afi Nihaya Faradisa tidak mau kalah. Afi yang pernah menjadi perbincangan karena kasus plagiarisme, menulis panjang lebar tentang kasus Vanessa yang diunggah di akun Facebpook.

Salah satu poin yang disampaikan Afi yaitu menganalogikan kasus Vanessa layaknya hukum pasar pada bidang ekonomi.

“Ada permintaan, ada penawaran. Hukum pasar dalam bidang ekonomi pasti seperti itu. Dan VA berhasil melampaui hukum pasar tersebut, dia menciptakan pasarnya sendiri. Dia yang memegang kontrol dan otoritas atas harga, bukan konsumennya,” tulis Afi

“Saya justru penasaran bagaimana VA membangun value/nilai dirinya, sehingga orang-orang mau membayar tinggi di atas harga pasar reguler. Seperti produk Apple Inc. atau tas Hermes- kita bisa belajar dari sana,” demikian Afi.

(jto/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds