Bencana di Wilayah Kabupaten Bandung Barat Terus Meningkat

LONGSOR : Bencana longsor di Cililin Kabupaten Bandung Barat.

LONGSOR : Bencana longsor di Cililin Kabupaten Bandung Barat.


POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Sepanjang tahun 2018, wilayah Kabupaten Bandung Barat dilanda bencana sebanyak 290 peristiwa. Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo menyebutkan, pada tahun 2018 terdapat 150 kejadian bencana longsor, kebakaran sebanyak 57 kejadian, angin 47 kejadian, dan pergerakan tanah 30 kejadian, serta banjir bandang 6 kejadian.

“Kejadian bencana longsor paling sering di 2018, disusul kebakaran, angin puting beliung, pergerakan tanah, dan banjir bandang,” ungkap Duddy saat ditemui di kantornya di Ngamprah, Senin (7/1/19).

Dari sejumlah kejadian tersebut, pihaknya mencatat korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak lima orang, terdiri dari dua orang korban longsor Bonjot, satu korban tertimpa pohon di Cipatat, satu korban tertimbun pasir, serta satu korban tertimpa tebing di Cililin.

Selain itu, kata Duddy, semuanya telah disiapkan anggaran Rp 5,5 miliar dengan hanya terserap atau terpakai Rp 1,1 miliar untuk kejadian longsor Bonjot.

Menurut Duddy dari tahun ketahun tren kebencanaan di KBB meningkat, dimana pada tahun 2015 terdapat 191 kejadian, 2016 ada 229 kejadian, 2017 ada 248 kejadian, dan 2018 sebanyak 290 kejadian.

Sedangkan pada tahun 2019 ini, BPBD memperkirakan curah hujan akan turun hingga Mei 2019 dengan status siaga darurat banjir, longsor, dan banjir bandang.

Karena itu, Duddy menjelaskan pihaknya akan selalu melakukan sosialisasi pencegahan mitigasi bencana guna mengurangi resiko kebencanaan.

“Kami juga harapannya ingin membentuk desa tanggap bencana di 165 desa di Bandung Barat, dimana saat ini baru ada dua desa di KBB yang ada tanggap bencana,” tandasnya.

(RBD/bie/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds