Enam Kegiatan BPBD Kota Cimahi Habiskan Anggaran Rp3 Miliar

BPBD Kota Cimahi. Istimewa

BPBD Kota Cimahi. Istimewa

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi hanya mampu menyerap 85 persen anggaran kebencanaan yang digelontorkan pada tahun 2018 kemarin.

Pada tahun 2018, BPBD Kota Cimahi menerima anggaran belanja dan penanggulangan kebencanaan sebesar Rp3,1 miliar.

Menurut Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastiani, rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang sifatnya penanganan pascabencana menjadi kendala penyerapan tak optimal.

“Penyerapan tahun 2018 lebih banyak tertahan di rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana. Karena yang masuk kategori bencana itu relatif, tidak bisa disamaratakan,” kata Dani.

Dia mencontohkan, banyak laporan yang diterima mengenai rumah roboh, namun setelah ditindaklanjuti bukan karena bencana, maka akan dioper ke SKPD terkait.

“Kalau ada laporan tentu kita terima, tapi kita kroscek dulu. Kalau karena bencana tentu akan ditindaklanjuti. Tapi kalau bukan, akan kita koordinasikan dengan SKPD lain, misalnya DPKP,” tuturnya.

Setiap rumah yang akan direnovasi menerima bantuan dari BPBD sebesar Rp15 juta. Digunakan untuk membeli material dan ongkos tukang bangunan yang akan mengerjakan perbaikan.

Anggaran yang terserap sebesar Rp2,635 miliar, digunakan untuk kegiatan pra bencana, yaitu pelatihan dan pembekalan bagi masyarakat untuk menghadapi bencana.

“Untuk tahun 2018 ada sekitar 5 sampai 6 kali pelatihan dan pembekalan. Anggarannya disesuaikan dengan potensi bencana. Tahun 2019 juga kemungkinan 5 sampai 6 kali pelatihan, dan itu wajib,” jelasnya.

Pada tahun 2018, BPBD merogoh kocek senilai Rp300 juta untuk belanja logistik kebencanaan yang stoknya tidak boleh sampai kosong.

“Stok logistik yang siap didistribusikan, antara lain makanan siap saji, mie rebus, air mineral, makanan ringan, obat-obatan, dan peralatan kebersihan, serta tenda darurat. Jadi kalau ada bencana langsung kita kirim,” ujarnya.

(RBD/dan/pojokjabar)

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …