Mengejutkan! Mabes Polri Sebut Hanya Silaturahmi ke Rumah Andi Arief di Lampung, Begini Penjelasannya

Kabiro Penerangan Masyarakat Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (jpc)

Kabiro Penerangan Masyarakat Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (jpc)

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Polisi membantah melakukan penggeledahan di rumah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di Lampung. Dua mobil Polda menggeruduk rumah Andi Arief, Jumat (4/1).

Namun aparat penegak hukum menyebut hanya bersilaturahmi ke bekas rumah Andi yang sekarang telah dihuni oleh Yurijal di Lampung ini.

“Tidak benar tidak ada penindakan dikediaman bapak Andi Arief, hanya silahturahmi dikediaman bapak Yurizal,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Baca :

Breaking News! Andi Arief Sebut Rumahnya Digeruduk 2 Mobil Polda, Salah Saya Apa Pak Kapolri!

Baca:

Ketua KPU Akui Sempat Diamkan Soal 7 Juta Kontainer Surat Suara Tanjung Priok, Alasannya karena Ini!

 

Dedi menjelaskan, rumah politikus Partai Demokrat yang berlokasi di Bandar Lampung itu telah dijual oleh Yurijal sejak 2014 lalu. Sehingga informasi melakukan penggeledahan tidak benar.

“Jadi kami tekankan tidak ada penindakan yang dilakukan oleh Polda Lampung ataupun Mabes Polri dikediaman milik bapak Andi Arief,” pungkasnya.

Berita sebelumnya, rumah Andi Arief di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku dari cyber. Ini dicuitkan Andi Arief melalui akun Twitternya @AndiArief_, Jumat (4/1).

“Rumah saya di lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik2 kalau saya diperlukan,” kata Wasekjen Demokrat ini melalui akun Twitternya.

“Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa. Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan duperlukan,” cuit Andi Arief lagi melalui akunnya.

“Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden,” jelasnya lagi dalam rangkaian cuitannya pada Jumat (4/1) siang.

(ral/jpc/pojokjabar)

loading...

Feeds