Fadli Zon Sindir Keras Pemerintah, Ini Sontoloyo! Kita Tak Perlu Beli Saham Freeport, Kontrak Habis 2021

Fadli Zon bersama Titiek Soeharto dan pendukung Prabowo lainnya.

Fadli Zon bersama Titiek Soeharto dan pendukung Prabowo lainnya.


POJOKJABAR.com, SEMARANG–Pemerintah melalui BUMN PT Inalum mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik keras kebijakan itu.

Di sela-sela kunjungannya ke pabrik Teh Tjemplung di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Fadli melontarkan kritikannya. Dia menyebut divestasi PTFI merupakan kebijakan sontoloyo.

“Menurut saya ini langkah yang sangat merugikan kepentingan nasional. Menurut saya ini kebijakan sontoloyo,” kata Fadli, Sabtu (22/12/2018).

Menurutnya seperti dilansir detikcom, pemerintah salah kaprah dalam membuat keputusan. Sebab Indonesia dinilai tak perlu membeli saham yang sebenarnya sudah dimiliki.

“Tidak perlu diambil alih. Kalau kontrak habis dengan sendirinya akan jatuh ke tangan kita,” katanya.

“Kontrak kan habis 2021, pembicaraan kontraknya baru dimulai 2019. Untuk apa kita beli saham punya sendiri. Barang milik kita kok diambil alih. Ini kan lucu,” ujar Fadli.

Dia juga mengkritisi sumber dana yang digunakan untuk menebus saham PTFI. Dia menyebut Indonesia kembali berutang hingga puluhan triliun rupiah untuk hal itu.

“Barang itu akan kembali ke kita gratis. Untuk apa kita berutang untuk itu. Kalau tidak salah sampai Rp 55 triliun,” tutupnya.

(ral/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds