10 Saksi Akan Dihadirkan Saat Sidang Kedua SPPD Fiktif DPRD Purwakarta

Kedua terdakwa korupsi sppd fiktif dprd 2016, Moch.Rifai dan Ujang Hasan saat sidang perdana, Rabu (12/12).

Kedua terdakwa korupsi sppd fiktif dprd 2016, Moch.Rifai dan Ujang Hasan saat sidang perdana, Rabu (12/12).

POJOKJABAR.com, BANDUNG  – Pasca sidang perdana kasus korupsi SPPD Fikfif DPRD Purwakarta, majelis hakim meminta kepada kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengahdirkan saksi pada sidang berikutnya.

JPU langsung mengiyakan saat sidang kedua nanti akan menghadirkan para saksi. Dari dakwaan yang dibacakan oleh JPU saksi dalam kasus korupsi tersebut mencapai ratusan orang.

“Untuk sidang selanjutnya kita akan menghadirkan 10 saksi, saksinya bisa dari mana saja sesuai dengan yang ada didakwaan,” ujar salah seorang JPU saat usai sidang.

Seperti diketahui pada sidang perdana kasus SPPD Fiktif DPRD Purwakarta, dalam dakwaan yang disampaikan JPU seluruh anggota DPRD yang berjumlah 45 orang terseret dalam pusaran kasus yang merugikan negara milyaran rupiah tersebut.

Kemungkinan besar para wakil rakyat yang berjumlah 45 orang akan menjadi saksi terdakwa Rifai dan Hasan, karena bagaimanapun ke 45 orang dewan diduga sebagai penikmat anggaran sppd fiktif yang merugikan negara 2,4 milyar.

Dari informasi yang diperoleh redaksi, ke sepuluh saksi yang akan dihadirkan pada sidang kedua nanti 5 orang dari kesekretariatan dprd.

“Iya ada surat panggilan sebanyak 5 orang dari kesekretariatan dewan, cuma nama-namanya kita tidak tau persis,” ujar salah satu sumber di dewan.

Sementara untuk 5 orang lagi dari luar kesekretariatan dewan, kemungkinan besar melibatkan saksi dari tempat yang dituju para wakil rakyat. (Rif/pojokjabar)

loading...

Feeds