Polisi Ungkap Trik AS Kendalikan Bisnis Narkoba dari dalam Lapas di Bandung

ekspose narkoba, yang melibatkan jaringan pengedar dari dalam lapas, di mapolrestabes Bandung, senin (10/12)./Foto: Arief

ekspose narkoba, yang melibatkan jaringan pengedar dari dalam lapas, di mapolrestabes Bandung, senin (10/12)./Foto: Arief

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Seorang narapida kasus sabu, melakukan bisnisnya dari dalam balik jeruji besi sel sebuah Lapas di Bandung.

AS yang merupakan narapidana ini, masih menjalankan bisnis haramnya, meski berstatus di penjara.

Pengungkapan bisnis narkoba AS ini berawal dari ditangkapnya D yang merupakan kurir.

Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Irvan Nurmansyah menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari ditangkapnya D.

“Pengungkapan itu polisi memeriksa dua orang yang merupakan kurir berinisial D, dan juga pemasok narkoba kepada kurir yang tengah berada di lapas berinisial AS,” terangnya, Senin (10/9/2018).

Kasat Narkoba menambahkan, bahwa penangkapan pelaku berawal dari informasi soal peredaran narkotika jenis sabu di Kota Bandung.

Dari penyelidikan, polisi mendapati identitas seseorang yang diduga merupakan pengedar sabu.

“Tim lalu mengantongi data dan identitas orang tersebut, langsung melakukan penangkapan pada Sabtu malam lalu,” paparnya.

Dari penangkapan terhadap D, berhasil diamankan sembilan paket sabu, yang siap diedarkan.

Polisi pun mengembangkan penyidikan ke rumah tersangka D yang berada di wilayah Tamansari, Kota Bandung.

“Dari rumah yang bersangkutan polisi mendapati barang bukti lainnya,” jelas Irvan.

Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni satu paket sabu, timbangan digital, beberapa selotip, dan dua pack plastik bening, yang digunakan pelaku untuk mengemas sabu sebelum diedarkan.

“D mengakui bahwa mendapatkan sabu dari seorang berinisial AS. Saat ditelusuri keberadaan AS, diketahui yang bersangkutan tengah menjalani masa hukuman penjara di salah satu lapas, karena kasus narkotika,” terangnya.

“Meski berada di dalam lapas, AS mengendalikan peredaran sabu tersebut‎. Dari pengakuannya sudah berlangsung lama,” paparnya.

AS sendiri, bisa mendapatkan barang untuk dipasok kepada pelaku D, masih didalami.

“Masih kita dalami, dan masih ditelusuri asal narkoba ini dari mana,” jelasnya.

Untuk D sendiri, mendapat keuntungan sebanyak Rp2,7 juta setiap bulannya.

“D statusnya kurir, dan masih terus kita kembangkan jaringan AS dan D ini,” paparnya.

Dalam kasus ini sendiri, polisi menerapkan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan sanksi pidana penjara paling lama 20 tahun penjara.

(arf/pojokjabar)

loading...

Feeds