Polda Jabar Cegah Harga Sembako Meroket, Beberkan Langkah Nyata

Direskrimsus Polda Jabar gelar koordinasi bersama seluruh stakeholder pangan, terkait harga sembako menjelang natal dan tahun baru, Senin (10/12/2018)./Foto: Arif

Direskrimsus Polda Jabar gelar koordinasi bersama seluruh stakeholder pangan, terkait harga sembako menjelang natal dan tahun baru, Senin (10/12/2018)./Foto: Arif

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Menjelang hari besar perayaan agama akhir tahun (Nataru) 2018 ini, Polda Jawa Barat melakukan konsolidasi bersama seluruh stakeholder bidang pangan di Jabar.

Dalam kegiatan tersebut, dibahas sejumlah perkembangan harga sembako di seluruh Provinsi Jabar.

Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar (Dirreskrimsus Polda Jabar) Samudi mengatakan bahwa harga sembako harus stabil menjelang perayaan agama dan hari besar.

“Kita melakukan pemantauan harga sembako, bahkan menjelang hari besar, ” jelas Samudi saat menjadi narasumber pada rapat koordinasi tentang “Stabilisasi harga dan pasokan pangan menjelang Hari besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2018 – Tahun Baru 2019, di kantor Dinas Ketahlhanan Pangan & Peternakanant Prov. Jabar, Jln Ir. H.Djuanda Kota Bandung, Senin (10/12).

Samudi menambahkan, bahwa Polda Jabar telah membentuk satgas pangan guna memantau pergerakan harga dan stabilisasinya.

“Kami melakukan kegiatan ini untuk memantau harga-harga, agar stabil dan tidak dilakukan penyelewengan dan kecurangan oleh para distributor,” terangnya.

Dirinya berharap, OPD Dinas Ketahanan Pangan Provinsi (Industri & Perdagangan, Bank Indonesia Perwakialan Bandung, Dinas Perkebunan, Dinas Perhubungan dan Dinas Perikanan ), Para Kadis Ketahanan Pangan & Peternakan Pemda Kabupaten dan Kota se Provinsi Jabar, Assosiasi Pengusaha Ritel, Apka( Pedagang Komuditi Agro), Kepala Pasar Kosambi, Sederhana , Caringin, dan Gedebage Kota Bandung, Perpadi , LUPM( lembaga Usaha Pangan Masyarakat) Prov Jabar, Kadivre Bulog Jabar, dan Satgas Pangan Prov. Jabar.

“Dengan koordinasi ini, kami berharap agar ada kesamaan tindak dalam menjaga ketersediaan pangan di Jawa Barat, khususnya dalam menghadapi hari Besar Agama, seperti Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019,” jelasnya.

(arf/pojokjabar)

loading...

Feeds