Pendapatan Pajak Hotel di Kota Bandung Seret

PAJAK: Pendapatan pajak dari hotel tak mengalami peningkatan dibanding pajak restoran. Bahkan karena sulit bersaing banyak hotel yang gulung tikar. Istimewa

PAJAK: Pendapatan pajak dari hotel tak mengalami peningkatan dibanding pajak restoran. Bahkan karena sulit bersaing banyak hotel yang gulung tikar. Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kota Bandung sebagai destinasi wisata kuliner Indonesia sudah tak bisa sanggah lagi. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya restoran lama yang berkembang ataupun bermunculan restoran baru.

Sebagai indikatornya, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung menyatakan dipenghujung 2018, terpantau ada peningkatan pemasukan dari pajak restoran.

Pekan pertama Desember 2018 jumlahnya terjadi kenaikan dari pendapatan tahun lalu lebih dari Rp40 miliar.

“Dari laporan sampai per tanggal 5 Desember 2017 dengan 5 Desember 2018 sekarang ini selisihnya sudah Rp42,9 miliar,” ucap Kepala BPPD Kota Bandung, Ema Sumarna, kemarin.

Hanya saja, lanjut Ema, peningkatan pajak restoran tersebut rupanya tidak diimbangi dengan pajak hotel. Di tengah maraknya pembangunan hotel baru, justru dia mengungkapkan saat ini banyak hotel lama yang terpaksa harus ditutup lantaran sepi peminat.

“Kalau hotel saya pikir masih sama, bahkan ada beberapa hotel gulung tikar dan mau dijual. Penyebabnya, mungkin mereka sudah sulit bersaing dengan perkembangan beberapa hotel yang berada di Kota Bandung,” tegasnya.

Ema menyatakan pendapatan rata-rata perbulan hotel pun tampak lebih sedikit dari pajak restoran. Walhasil pemasukan dari pajak restoran pada 2018 ini pun mampu melampaui di atas target yang dipatok sebelumnya.

“Kalau hotel potensinya masih di Rp25-26 miliar perbulan kalau restoran sudah Rp26,5 miliar perbulan. Jadi yang kemaren kita targetkan sekitar Rp300 miliar sekarang itu saya yakin bisa di atas Rp310 miliar atau bisa di Rp315 miliar untuk restoran. Kalau hotel saya pikir tidak jauh dari Rp295 miliar maksimum di angka Rp300 miliar,” paparnya.

Ema pun berharap di waktu liburan akhir tahun 2018 ini kunjungan wisatawan ke Kota Bandung bisa terus meningkat. Karena, kata dia, hal itu akan mendongkrak pada pendapatan pajak daerah, khususnya restoran dan hotel.

“Mudah-mudahan dipenghujung tahun ada istilah peak season, akhir tahun orang berbondong-bondong datang ke kota bandung, karena kinerja pajak itu sebenarnya pajak yang diraih dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

(RBD/arh/inl/pojokjabar)

loading...

Feeds