2 Kali Listrik Mati, Penumpang Lion Air Harus Keluar, Manajemen Bikin Klaim

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG–  Pihak manajemen telah melakukan prosedur penerbangan dengan benar.

Penerbangan JT-568 sudah dipersiapkan dengan baik dan akan diberangkatkan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LPH dengan total tujuh kru beserta 187 penumpang.

Demikian dikatakan Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro.

Hal ini menanggapi kasus pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Yogyakarta mengalami dua kali mati listrik.

Hal tersebut membuat penumpang yang sudah di dalam pesawat harus keluar dan kembali ke ruang tunggu.

“Pesawat tersebut telah menjalani proses pemeriksaan sebelum terbang (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight),” ujarnya di Jakarta, Minggu (9/12).

Ketika proses penumpang masuk ke pesawat selesai dan posisi pesawat masih di landas parkir (apron), sekitar pukul 19.08 WIB tiba-tiba Auxiliary Power Unit (APU), perangkat yang menyediakan sumber energi pesawat saat mesin belum berputar mengalami penurunan daya (down) sehingga menyebabkan sistem pendingin dan listrik pada pesawat terganggu.

Oleh karena itu, guna memastikan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan, teknisi dan pilot segera melakukan pengecekan.

“Pengecekan yang dilakukan membutuhkan waktu, demi kenyamanan seluruh penumpang diarahkan dan diturunkan kembali menuju ruang tunggu keberangkatan terminal,” tuturnya.

Menurutnya, Lion Air telah menginformasikan penundaan keberangkatan JT-568 kepada seluruh penumpang dan memberikan kompensasi keterlambatan (delay management) berdasarkan ketentuan.

“Lion Air juga memfasilitasi sesuai permintaan penumpang antara lain melakukan pengembalian dana (refund)atau perubahan jadwal berangkat (reschedule) menurut aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Atas koordinasi dan kerjasama yang tepat antara pilot dan teknisi, Kaga Danang, kendala pada APU tersebut dapat segera teratasi dan kondisi pesawat dalam keadaan normal kembali.

“Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul,” kata dia.

Untuk lebih menjaga kenyamanan penumpang, Lion Air telah mengganti pesawat untuk layanan JT-568 dengan armada Lion Air lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LJM.

Penerbangan JT-568 diberangkatkan kembali dengan membawa tujuh kru, 183 penumpang. Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 20.40 WIB dan diperkirakan mendarat di Yogyakarta pada 21.40 WIB.

“Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu,” tandasnya.

(mys/jpc/pojokjabar)

loading...

Feeds