Saldo Tak Kunjung Terisi, Program Kartu Tani di Kota Cimahi Tidak Bermanfaat

Kartu Tani. (Foto: kabartani.com)

Kartu Tani. (Foto: kabartani.com)

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Kartu Tani yang diterima para petani Kota Cimahi sejak akhir tahun 2017, hingga menjelang akhir tahun 2018 belum pernah digunakan sama sekali.

Program Kartu Tani tersebut digagas oleh Kementerian Pertanian RI untuk membantu sekitar 647 petani dari tiga kecamatan di Kota Cimahi, dan di seluruh Indonesia.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Rizal mengatakan kartu tani tersebut belum digunakan lantaran kuotanya belum terisi.

“Rekeningnya tidak diisi sampai sekarang, jadi apa yang mau digunakan. Tidak ada realisasinya sampai sekarang sejak dibagikan. Ya jadi ini hanya seremonial saja,” ujar Rizal, Kamis (6/12/18).

Sejak membagikan kartu tersebut, pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Cimahi sama sekali tak melakukan komunikasi atau memberikan informasi lanjutan pada para petani.

Lantaran putusnya komunikasi, dia dan ratusan petani lainnya jadi kebingungan untuk mencari informasi soal realisasi program tersebut.

“Harusnya kan terus berkomunikasi dengan petani, memberikan informasi kapan direalisasikan, kenapa tidak diisi saldonya, dan sebagainya, tapi kan tidak ada. Ke Pemkot Cimahi juga percuma,” jelasnya.

Saat ini para petani di wilayahnya memanfaatkan pupuk organik dibandingkan pupuk urea maupun NPK. Selain lebih murah, pupuk organik juga lebih meningkatkan produktivitas tanaman serta menggemburkan dan menyuburkan tanah.

“Kalau menggunakan pupuk organik, hasil produksinya akan lebih menguntungkan dibandingkan pupuk biasa. Pupuknya bikin sendiri,” tegasnya.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Mita Mustikasari menjelaskan, Kartu Tani memang saat ini belum bisa dimanfaatkan petani.

“Kartu Tani itukan belum diisi kuotanya. Kuotanya itu yang berwenang mengisi kan Kementerian Pertanian, jadi memang belum bisa digunakan,” ucapnya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan kuota pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani akan diisi. “Kita tidak bisa memaksa untuk segera diisi, karena kan kewenangan kementerian. Kalau kami jelas ingin segera bisa digunakan,” jelasnya.

(RBD/dan/pojokjabar)

loading...

Feeds