Santer Isu Kamar Bercinta, Kalapas Sukamiskin Bersuara

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung./Foo: Istimewa

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung./Foo: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Kalapas Sukamiskin Tejo Herwanto angkat bicara mengenai adanya kamar bercinta di Lapas Sukamiskin.

Menurutnya, sejak dirinya menjabat tidak menemukan hal tersebut.

“Saya menanggapi apa yang dikatakan ‎Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut terpidana Fahmi Darmawansyah membuat ruangan 2×3 meter,” katanya.

Ruangan itu, lanjutnya, untuk berhubungan suami istri di Lapas Sukamiskin, dalam sidang dakwaan pada eks Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

“Ruangan itu kemudian disewakan Rp 650 ribu jika ada yang berminat menggunakan kamar tersebut,” jelasnya, Jumat (7/12) saat dihubungi wartawan.

Kepala Lapas Sukamiskin‎ Tejo Herwanto menerangkan, sejak ia masuk menggantikan Wahid pascaoperasi tangkap tangan KPK, ia belum menemukan ruang dimaksud.

“Ga ada tuh, saya belum lihat,” paparnya.

Dirinya bahkan heran, bilik asmara yang dimaksud dimana saya tidak tahu.

“Nah yang dianggap dulu saung itu, kan sudah dibongkar, saung yang dibelakang juga sudah dibongkar, akses tempat  mereka keluar masuk atau saung sudah digunakan ruang kunjungan‎,” paparnya.

Dirinya menegaskan, apa yang disampaikan jaksa KPK di persidangan mantan Kalapas Sukamiskin, sudah tak ada lagi fasilitasnya.

” Jadi apa yang disampaikan jaksa, sekarang sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Wahid dalam dakwaan jaksa, menerima gratifikasi dari tiga terpidana. Yakni Fahmi Darmawansyah, TB Chaeri Wardana dan Fuad Amin. Sejak jauh hari, ia sudah mengontrol ruangan ketiga terpidana tersebut.

(arf/pojokjabar)

loading...

Feeds