Habib Bahar Bin Smith, Episode Kriminalisasi Ulama Jilid II, Petahana, Ada Apa?

Habib Bahar bin Smith diam saat ditanya awak media.

Habib Bahar bin Smith diam saat ditanya awak media.

POJOKJABAR.com, BANDUNG- Penetapan tersangka Habib Bahar Bin Smith sepertinya bakal memunculkan persepsi ‘Episode Kriminalisasi Ulama Jilid II’.

Pasalnya, kasus yang menjerat Habib Bahar diduga kerap diintervensi kubu petahana.

Demikian disampaikan Kuasa Hukum Habib Bahar, Sugito Atmo Pawiro saat dihubungi Pojojabar.com, Jumat (7/12).

“Kalau masalah kriminalisasi jilid 2 dengan ditetapkannya tersangka Habib Bahar biarlah masyarakat yang menilai,” ungkap Sugito.

Karena itu, pengacara Habib Rizieq itu menyerahkan kepada masyarakat terkait ada tidaknya kriminalisasi ulama tehhadap kasus yang menjerat Habib.

Yang jelas, lanjut Sugito, saat dilakukan pemeriksaan kemarin. Habib sangat kooperatif. Terlebih, Habib sendiri menyerahkan kasus yang menjerat kliennya itu kepada proses hukum.

“Karena kiriminalisasi, politisasi itukan bahasa diluar ranah hukum. Tentunya orang akan mempunyai persepsi masing- masing. Kalau masalah itu (kriminalisasi ulama), saya serahkan srmuanya kepada pembaca, masyarakat. Dan kepada yang paham prihal itu,” tegasnya.

“Kalau reaksi Habib Bahar sendiri (ditetapkan tersangka) Ini adalah resiko hukum. Karena Habib warga negara yang taat hukum, ya harus diikuti,” tutur Sugito.

Sebagaimana diketahui, Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Kamis (6/12). Bahar masuk ke Bareskrim, Gambir, Ja karta Pusat melalui pintu utama sekira pukul 11.28 WIB. Hingga pukul 23.00 WIB Bahar tak terlihat keluar dari pintu ia masuk. Bahar diketahui keluar melalui pintu lain.

Setelah diperiksa selama 11 jam, penceramah keturunan nabi itu akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasilnya beliau (Bahar) ditetapkan tersangka,” kata salah satu kuasa hukum Bahar, Aziz Yanuar, Kamis (6/12) malam.

Bahar diduga melanggar sesuai pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 A ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Bahar sebelumnya dilaporkan ke kepolisian kerena dinilai telah menghina Presiden Jokowi. Adapun, kalimat ceramah Bahar yang dipermasalahkan Muannas adalah: ‘Kalo kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu’.

Proses hukum terhadap Bahar hingga akhirnya dia ditetapkan sebagai tersangka terbilang cepat. Sejak menerima laporan yang dibuat oleh La Komaruddin dengan bukti nomor LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tertanggal 28 November 2018, penyidik segera menindaklanjuti laporan itu.

Selain laporan La Komarudin, ada laporan lain terhadap Bahar yang dibuat oleh calon anggota legislatif (caleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya juga pada Rabu (28/11).

Namun, Bahar kemudian mendapatkan panggilan polisi dari Bareskrim Polri.

(fir/pojokjabar)

loading...

Feeds