Panitera Kasus Suap Saipul Jamil Ini Ingin RS Miliknya Bermanfaat bagi Masyarakat

Rohadi saat keluar dari kantor KPK tahun 2016 lalu. (ist)

Rohadi saat keluar dari kantor KPK tahun 2016 lalu. (ist)

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Mantan panitera PN Jakut yang ditangkap KPK dalam kasus suap perkara Saipul Jamil tahun 2016 lalu, kini masih menjalani masa tahanan di Lapas Sukamiskin.

Saat berbincang di Lapas Sukamiskin, Rohadi menyatakan keinginan agar RS pribadi miliknya yang disita KPK diaktifkan, dan ini bukan berdasarkan keinginan dia, tapi masyarakat.

“Itu RS bisa membuat masyarakat di Cikedung, Haurgeulis, Indramayu, bisa melakukan pemeriksaan kesehatan, membuat mereka sehat dan bisa ada faedahnya,” jelas Rohadi, Senin (3/12).

Baca :

Mantan Panitera Kasus Suap Saipul Jamil Surati Presiden Jokowi, Mengaku Ikhlas, Ini Permintaannya

Rohadi berharap, usulan dari warga dan dirinya pribadi ke pemerintah bisa didengar.

“Saya mengirim surat perihal RS tersebut untuk rakyat, bangsa dan negara, hanya itu tujuan saya gak ada yang lain,” paparnya.

Dengan disitanya RS di Cikedung oleh KPK, kini bangunan RS tesebut sudah mulai lapuk.

“Sejak saya ditangkap KPK, bangunan RS kosong, tak ada aktifitas. Ada orang yang bekerja terpaksa di PHK. Seharusnya pemerintah melihat kesana, jangan melihat Rohadinya,” terangnya.

Rohadi mengakui, dan meminta maaf atas perbuatannya melakukan korupsi.

“Dengan mengembalikan aset hasil korupsi bagi kepentingan warga, saya minta maaf atas apa yang saya perbuat,” terangnya.

(arf/pojokjabar)

loading...

Feeds