Guru Honor di Bandung Barat Berharap Insentif Sesuai UMK

(Ilustrasi) Sejumlah guru honorer berdoa. (JPNN)

(Ilustrasi) Sejumlah guru honorer berdoa. (JPNN)

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Kenaikan insentif sebesar 200 persen bagi guru honor di Kabupaten Bandung Barat, dinilai belum ideal. Pasalnya, nilai tersebut masih dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bandung Barat yang besarannya mencapai Rp2,8 juta.

Menurut Koordinator Guru Honor KBB Muhamad Nurdin, apabila insentif sebesar 200% itu dapat terealisasi, maka guru honor dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK tersebut, akan menerima kenaikan gaji sebesar Rp1,5 juta per orang. Tapi, jika mengacu pada besaran UMK di KBB, jumlahitu belum cukup.

“Inginnya pemerintah daerah bisa menyetarakan insentif para tenaga pendidik yang statusnya masih honorer ini sesuai UMK,” katanya.

Kendati begitu, terkait kebijakan populis dari Bupati Bandung Barat yang pada tahun depan mengupayakan kenaikan insentif, dia sangat menyambut niat baik itu. Sebab, selama ini seluruh guru honor di KBB hanya menerima Rp500 ribu per bulan.

“Kabar itu (kenaikan insentif ) sangat positif tapi belum ideal saja,” ucapnya.

Dalam hal pendidikan di KBB, lanjut dia, keberadaan guru honor sangat strategis, karena banyak sekolah yang jumlah guru PNS-nya masih kurang.

Sehingga tanggung jawab guru honorer tidak bisa dianggap enteng dalam mendidik siswa. Jika mengingat ke arah itu (minim guru PNS), sudah sewajarnya pemerintah daerah mengapresiasi pengorbanan para guru honor dengan memberikan insentif yang layak.

“Semoga saja alokasi kenaikan insentif ini berlaku bagi seluruh guru honorer. Tapi, saya belum tahu patokannya siapa saja yang berhak mendapatkan kenaikan insentif ini,” tuturnya.

Rencana kenaikan insentif guru honorer ini diumumkan langsung oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna saat memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Korpri di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemda KBB, belum lama ini.

Kenaikan insentif ini bertujuan agar kesejahteraan guru honorer meningkat sehingga dampaknya dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di KBB. Menurut Aa Umbara, nominal kenaikan insentif tersebut sudah resmi dan telah mendapat persetujuan dalam Rapat Paripurna DPRD KBB.

Sehingga ke depan jangan ada lagi ketimpangan kesejahteraan antara guru PNS dan honorer. Peran guru sama meskipun statusnya berbeda, yakni untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam mendidik para generasi penerus bangsa.

“Di pundak para guru masa depan bangsa ini bergantung dalam membentuk karakter generasi penerus, sehingga sudah semestinya kesejahteraan guru honorer diperhatikan,” tandasnya.

(RBD/bie/pojokjabar)

loading...

Feeds