KNKT Ungkap Misteri Jatuhnya Lion Air JT 610, Pilot Sudah Diperingatkan Pesawat Akan Jatuh

Pramugari Mery Yulyanda, korban Lion Air JT 610 saat dimakamkan.

Pramugari Mery Yulyanda, korban Lion Air JT 610 saat dimakamkan.

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Misteri jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 akhir September lalu mulai terkuak. Sejumlah fakta dari hasil investigasi awal Flight Data Recorder (FDR) mulai dibuka.

Investigator Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ony Soerjo Wibowo mengatakan, sesaat ketika pesawat hendak tinggal landas atau take off, pilot telah mendapat peringatan jika pesawat akan jatuh atau stall.

Peringatan itu muncul dengan terjadinya gangguan di stick shaker (komponen sistem proteksi stall pesawat). Di mana kemudi pesawat memberikan rangsangan getaran kepada pilot.

Baca :

Jenazah 64 Korban Lion Air JT 610 Masih Misterius di Laut, Pemerintah Diam atau Upayakan?

“Sesaat sebelum tinggal landas, hidungnya (pesawat) dulu yang naik. Itu sudah muncul peringatannya,” ujar Ony sambil menggambarkan pesawat take off di aula KNKT Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Ony menjelaskan, peringatan ini terjadi bukan hanya pada penerbangan Jakarta-Pangkalpinang yang berujung di dasar laut, namun di penerbangan sebelumnya yaitu Denpasar-Jakarta juga terjadi.

Peringatan tersebut terus muncul selama penerbangan berlangsung.

“Iya yang dari Denpasar sampai landing, yang dari Jakarta sampai di air (peringatan stall-nya terus muncul, red),” tuturnya.

Meski demikian, Ony memastikan bahwa pilot telah menjalankan prosedurnya dengan benar.

Hanya saja memang didalam prosedur tidak ada ketentuan pesawat harus kembali ke bandara atau return to base ketika muncul peringatan tersebut.

“Pilotnya sudah melakukan prosedurnya, masalahnya diprosedur itu tidak dibilang kembali ke bandara,” sambungnya.

KNKT sendiri memandang jika peringatan stall muncul, alangkah baiknya jika sebuah pesawat membatalkan penerbangan atau jika terlanjur terbang untuk segera kembali atau mendarat di bandara terdekat. Sekalipun hal tersebut tidak termuat dalam prosedur.

“Makanya tadi Kapten Nurcahyo (Ketua Subkomite Penerbangan KNKT, red) bilang kalau kondisi seperti ini ya pulang aja lah. Meskipun diprosedurnya nggak dibilang harus kembali atau ke bandara terdekat,” pungkas Ony.

(sat/jpc/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds