Musim Hujan, DLH Kabupaten Bandung Barat Tingkatkan Pengawasan Industri

LIMBAH: Sejumlah aktivis Greenpeace sedang menandai sebuah saluran pembuangan limbah industri tak bertuan di Padalarang, beberapa waktu lalu. Istimewa

LIMBAH: Sejumlah aktivis Greenpeace sedang menandai sebuah saluran pembuangan limbah industri tak bertuan di Padalarang, beberapa waktu lalu. Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Memasuki musim hujan,Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat akan mengintensifkan pengawasan terhadap aktivitas sejumlah industri yang melakukan pembuangan limbah di musim hujan.

Pasalnya, musim hujan merupakan cuaca yang tepat untuk menutupi pekanggaran yang dilakukan industri dengan membuang limbah secara langsung ke sungai.

Kepala Bidang Pengendalain Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Aam Wiriawan menuturkan, musim hujan pabrik kerap membuang limbah ke sungai.

Saat ini pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap sejumlah pabrik tersebut.

“Saat turun hujan seperti saat ini banyak oknum pabrik yang justru membuang limbah ke sungai. Sehingga pengawasan pun akan kita intensifkan lagi, bahkan kita akan bertindak tegas,” katanya, kemarin.

Saat ini ada lima sungai yang menjadi lokasi pembuangan limbah cair dari pabrik-pabrik yang beroperasi di KBB. Ke lima anak sungai tersebut yakni sungai Cipeusing, Cihaur, Cikandang, Ciburandul dan Cimerang. Menurut Aam, lima anak sungai Citarum ini menjadi paling dominan tercemar air oleh limbah industri.

“Sekarang sudah musim hujan, pabrik kemungkinan akan lebih leluasa membuang limbah ke sungai. Makanya, kita akan terus kontrol aktivitas mereka,” tegasnya.

loading...

Feeds