Sapa Cawapres Sandi Saat Kunjungan, Kades Diproses Polisi dan Dituduh Langgar Undang-undang

Cawapres Sandiaga Uno berbincang dengan warga ketika mengunjungi Pasar Bogor.

Cawapres Sandiaga Uno berbincang dengan warga ketika mengunjungi Pasar Bogor.

POJOKJABAR.com, SURABAYA–  Kades Suhartono ditetapkan tersangka dan dituduh melanggar tindak pidana pemilu, karena menyapa calon wakil presiden Sandiaga Uno di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan pihak kepolisian, Kepala Desa di Mojokerto ini ditetapkan sebagai tersangka, karena menyapa cawapres Sandiaga Uno.

“Dengan ditetapkannya saya sebagai tersangka, ini menjadi keuntungan bagi kita. Karena bola akan ada di kita nantinya, bola akan ada di Pak Sandi dan Pak Prabowo,” kata Kepala Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Suhartono, seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim (Group Pojokjabar.com), Senin (19/11).

Baca :

Petinggi Demokrat Sebut Jokowi Mirip Soeharto Cara Pertahankan Jabatan Presiden

Baca:

Andi Arief Kritik Panas Jokowi, Ancaman Masuk Penjara Jadi Andalan Jokowi

Suhartono dituduh polisi melanggar tindak pidana pemilu, hanya karena menyapa Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan pihak kepolisian, Kepala Desa di Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka, karena menyapa cawapres Sandiaga Uno.

Bahkan Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Jatim mengaku aneh apa yang menimpa Suhartono.

“Ini agak aneh, karena kejadiannya kepala desa itu cuma spontanitas menyapa Sandiaga Uno saat ke Pacet. Apalagi dilakukan di hari minggu, bukan hari kerja,” ungkap Koordinator Media Centre Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Jatim, Hadi Dediansyah beberapa waktu lalu.

(jto/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds