2019 Jadi ‘ Kuburan’ Parpol Islam, Satu Partai Ini yang Selamat

Bendera PPP. (ist)

Bendera PPP. (ist)

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Eksistensi partai politik berbasis massa Islam mulai terancam di pemilu 2019 mendatang. Diprediksi tahun 2019 menjadi ‘pemakaman’ parpol berbasis Islam. Partai siapa yang selamat.

Setidaknya fakta itu terpotret dari beberapa hasil temuan nasional oleh lembaga survei. Di kubu petahana, partai Islam tua yang diprediksi tak akan lolos antara lain Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Alvara Research Center (ARC) mencatat dari survei yang dilaksanakan pada 8-22 Oktober 2018, partai berlambang kabah itu masih terseok dengan perolehan 2,2 persen suara. Hal ini justru berbanding terbalik dengan rekan koalisi sejawatnya yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 7,2 persen suara.

Sementara itu Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, pelaksanaan pileg dan pilres yang digelar serentak dinilai telah berdampak signifikan dalam mendulang elektoral seluruh parpol.

Di kubu Jokowi, efek ekor jas (coat-tail effect) hanya akan berpengaruh signifikan ke PDI Perjuangan. Itulah kenapa, posisi PPP semakin jeblok.
“Hanya PDIP yang terbang tinggi sendirian, partai lain termasuk PPP masih di bawah 4 persen. Ini jadi pertaruhan PPP,” kata Adi kepada JawaPos.com (Group Pojokjabar.com), Senin (19/11).

Apalagi kondisi partai besutan Romahurmuziy itu yang tengah memiliki konflik internal dinilai semakin mempersulit untuk mendongkrak suara di pileg. Mereka hanya memiliki satu cara untuk tetap dapat menyelamatkan diri untuk lolos ambang batas parlemen (Parliamentary threshold).

Karena itu, dia bilang, partai yang didirikan pada tahun 1973 itu harus mulai memprioritaskan pileg demi program yang ingin dicapai tahun depan.

PPP, menurut dia, memiliki berkah pemilih tradisional yang kuat dalam di Indonesia. Dengan begitu, party id alias pemilih loyal nantinya harus dapat lebih dimaksimalkan untuk menyelamatkan suara partai di pileg mendatang.

“Jangan terlena pilpres, tapi dapur pileg nya terancam enggak lolos senayan,” jelasnya.

Dikonfirmasi, Muhammad Arwani Thomafi selaku Wakil Ketua Umum PPP enggan tanggapi panjang lebar soal temuan partainya yang masih belum lolos ke Senayan. Dia mengklaim, prediksi lembaga survei terkait suara PPP sekarang, dinilai jauh lebih baik daripada setahun jelang pemilu 2014 lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Litbang Kompas pada 2013 lalu, perolehan suara PPP mencapai 2,4 persen suara. Artinya, seandainya dibandingkan dengan survei yang digelar ARC sekarang, posisi partai hijau itu lebih baik 0,2 persen suara.

“Survei 1 tahun sebelum pemilu ini lebih bagus kok, jika dibanding 2013 lalu,” tegasnya.

Selain PPP, partai berbasis massa Islam lainnya seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB) juga dalam posisi yang belum lolos ke Senayan. Di sisi lain, PKB menjadi satu-satunya partai islam yang diprediksi berada diposisi aman.

(aim/jpc/pojokjabar)

loading...

Feeds