Demokrat dan Gerindra ‘Bertengkar’, Ini Pembelaan Fahri Hamzah kepada Mantan Presiden SBY

Fahri Hamzah di Press Room DPR./Foto: jpnn

Fahri Hamzah di Press Room DPR./Foto: jpnn

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan komentar terkait kisruh yang terjadi di koalisi Prabowo-Sandiaga Uno. Komentar ini diunggah politisi asal NTB ini di akun Twitternya.

“Saya membaca keprihatinan pak @SBYudhoyono sebagai ketua umum partai @PDemokrat semalam. Cuitan itu terkait komentar sekjen partai lain tentang keseriusan beliau dan PD dalam membela capresnya. Saya dari luar melihat sikap beliau cukup beralasan,”  ungkap Fahri Hamzah melalui akun Twitternya @Fahrihamzah, Jumat (16/11) sekitar pukul 09.03 WIB.

Fahri Hamzah juga menjabarkan tiga hal terkait pembelaannya kepada SBY ini.

“Pertama, itu pertanda pak @SBYudhoyono memikirkan cara memenangkan pasangan yang beliau dukung. Pasti beliau ingin menang tapi kalau bisa kemenangan itu juga diterima oleh @PDemokrat yang beliau pimpin.Bukan saja wajar tapi wajib,” ujarnya lagi.

Kedua, pandangan SBY tentang peran kandidat sangat tepat.

Sebab mustahil partai bisa memenangkan kandidat tapi kandidat lah yang harus membangun histeria massa dengan mengkonsolidasikan segenap sumber daya yang ada termasuk Partai Demokrat sebagai pendukung.

Ketiga, kelebihan kubu penantang adalah salah satunya karena memiliki SBY yang berpengalaman 2 kali jadi capres seperti yang dikatakannya.

“Bahkan 2 kali menang dan 10 tahun menjadi presiden. Modal ini harus digunakan maksimal,” ujar Fahri dalam cuitannya.

Berita sebelumnya, Komitmen Partai Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Sandi dipertanyakan Partai Gerindra. Hingga kini, komitmen mengkampanyekan Prabowo dan Sandi itu belum terjadi.

“Sejauh ini hubungannya baik Pak Prabowo dan Pak SBY. Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi,” ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Janji serupa, kata Muzani, juga disampaikan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun hingga saat ini janji tersebut belum bisa terwujud.

“Sudah beberapa kali janjian tapi kemudian belum pas. Pada waktu yang ditentukan, kemudian ternyata AHY ada jadwal lain,” katanya.

Namun Muzani mengaku tak mempermasalahkan janji yang belum dipenuhi SBY dan AHY tersebut. Dia tetap berharap Demokrat ikut terlibat dalam pemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Kami tidak maksa-maksa-lah. Kalau mau berjuang memenangkan Prabowo-Sandi, ya mari bersama-sama. Tapi kalau kemudian cara memenangkannya mereka ada cara sendiri, ya mudah-mudahan berhasil,” ujarnya.

Muzani juga yakin SBY beserta PD tidak akan mengingkari komitmen yang dibangun sejak awal untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga, meski PD memutuskan berfokus pada kemenangan partai di Pileg 2019.

“Saya kira Demokrat tidak ingkar. Demokrat saya kira baik-baik saja. Demokrat saya kira berusaha komitmen. Tapi komitmen kan masalahnya tak gampang,” kata dia.

(ral/jpc/jpnn/pojokjabar)

loading...

Feeds