Sudahlah Dipenjara Kasus Hoaks, ‘BIN Berpangkat Mayjen’ Tambahi Tipu Ratna Sarumpaet Rp50 Juta

Para pelaku yang diamankan polisi karena menipu Ratna Sarumpaet

Para pelaku yang diamankan polisi karena menipu Ratna Sarumpaet


POJOKJABAR.com, JAKARTA— Apes benar nasib Ratna Sarumpaet. Sudahlah dipenjara kasus hoaks penganiayaan, ‘BIN berpangkat Mayjen’ sempat-sempatnya menipu Ratna Sarumpaet Rp50 juta.

Untungnya Polda Metro Jaya sudah berhasil mengungkap komplotan penipu yang mengaku bisa mencairkan dana sebesar Rp 23 triliun milik raja-raja di Indonesia ini di bank di Singapura dan World Bank (WB).

Empat pelaku yang terlibat dalam kasus penipuan tersebut, yakni HR (39), DS (55), AS (58), dan RM (52). Seorang pelaku lain berinisial TT masih dalam pengejaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Ratna menjadi korban penipuan ketika bertemu pihak yang mengaku pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan.

Kasus itu terbongkar saat Ratna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus penyebaran kabar bohong.

Kepada penyidik, Ratna mengaku pernah bercerita soal penganiayaan kepada dua tersangka penipuan berinisial DS dan RM di sebuah hotel di bilangan Kemayoran. Selanjutnya polisi memburu DS.

“Kami lakukan pemeriksaan terhadap DS ini. Dari situ terungkap bahwa DS ini mengaku dari BIN berpangkat Mayjen Angkatan Laut,” kata Argo, Senin (12/11).

Selain DS, ada pula seseorang berinisial RM yang mengaku pegawai di Istana Kepresidenan. Argo mengungkapkan, DS dan RM menipu Ratna Sarumpaet untuk memperoleh keuntungan.

Saat itu Ratna mengaku memberikan uang Rp50 Juta. Para tersangka mengaku uang dari Ratna akan digunakan untuk mengurus pencairan dana fiktif sebesar Rp 23 triliun di Bank Dunia dan salah satu bank di Singapura.

“Dia (pelaku) membicarakan adanya uang Rp 23 triliun. Uang itu adalah uangnya raja-raja Indonesia,” kata dia.

Akhirnya polisi membuat laporan untuk memproses DS dan RM.

“Karena yang bersangkutan ternyata memang penipu,” sambung dia.

Selain DS dan RM, polisi juga telah menjerat dua tersangka lain, yaitu HR dan AS. Sedangkan satu tersangka lain yang berinisial TT kini berstatus buronan.

Argo menambahkan, korban komplotan itu bukan hanya Ratna. Ada pula korban lain berinisial TNA yang memberikan uang sebesar Rp 940 juta.

Korban tertipu oleh pengakuan HR sebagai keturunan Raja Padjadjaran. Sedangkan AS mengaku sebagai pegawai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Keduanya juga berhasil meyakinkan korban dengan surat-surat dan rekening dari berbagai bank hasil akal-akalan para tersangka.

“Ada beberapa orang yang sudah sempat masuk transfernya ke rekening pelaku dengan beragama modus sehingga banyak masyarakat yang jadi korban,” ujar Argo.

Kini, polisi telah menjerat para tersangka dengan Pasal 378 KUHP juncto 372 KUHP yang ancaman hukumannya penjaranya empat tahun.

“Kami persilakan masyarakat yang jadi korban dari pada penipuan tersangka, silakan untuk melaporkan,” tambahnya.

(cuy/jpnn/ral/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds