Rocky Gerung Ungkap Fakta Sontoloyo dan Genderuwo Bukan Asli dari Jokowi, Ada yang Suplai!

Rocky Gerung. (rmol)

Rocky Gerung. (rmol)

POJOKJABAR.com, JAKARTA—Pengamat politik Rocky Gerung menyebut istilah politikus sontoloyo dan politik genderuwo bukanlah asli berasal dari Presiden Jokowi. Sebab Jokowi menyebutkan dua istilah itu dengan melihat teks.

“Saya melihat itu tidak otentik, karena melihat tulisan. Ada yang mensuplay. Tidak original lagi,” ungkap Rocky Gerung di acara Kabar Petang yang disiarkan secara live oleh TV One, Senin (12/11/2018).

Jika pada akhirnya kedua istilah ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat, maka menurut Rocky Gerung, yang harus disalahkan dalam hal ini adalah penulis teks pidato yang dibacakan oleh Presiden Jokowi tersebut.

Baca :

Puisi Ada Genderuwo di Istana! Politisi PKB Sebut Fadli Zon Kesal dan Membalas Kubu Jokowi

Baca :

Viral! Fadli Zon buat Puisi Ada Genderuwo di Istana, “Ahli Manipulasi, Tipu Sana Tipu Sini”

Menurut Rocky Gerung, beberapa hari terakhir ini ada perubahan dalam istilah-istilah yang digunakan Presiden Jokowi dalam komunikasi publik.

Dimana pada mulanya, Presiden Jokowi menggunakan bahasa milenial.

Hal itu terlihat dari ungkapan Game of Thrones, Winter is Coming dan beberapa istilah milenial lain yang pernah diucapkan Presiden Jokowi.

“Ada perubahan, menjadi bahasa yang merakyat. Pakai bahasa yang mudah dipahami. Kalau kemudian ada muncul polemik. Itu salah tim yang mensuplai bahan pidato itu, bukan salah Jokowi,” jelasnya.

Namun menurut ahli filsafat ini, fakta menunjukkan hal ini telah menular ke Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang menyebut istilah budeg dan tuli bagi orang-orang yang tak mengakui keberhasilan yang sudah diraih Presiden Jokowi selama empat tahun belakangan ini.

“Ma’ruf Amin ini kan seorang intelektual di bidang agama,” jelasnya.

Dalam Kabar Petang yang disiarkan live TV One itu, dari pihak Jokowi –Ma’ruf Amien tampil juru bicara Ruhut Sitompul.

(ral/pojokjabar)

loading...

Feeds