Identitas Korban Kecelakaan di Viaduk Tugu Pahlawan, Surabaya Membara

Tragedi pada Teatrikal Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018)./Foto: Istimewa

Tragedi pada Teatrikal Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Ratusan penonton menyaksikan langsung kecelakaan di viaduk rel kereta sekitar pukul 19.30 WIB.

Tercatat, sebanyak 3 orang tewas dan 16 lainnya luka berat akibat tersambar KRD Sidoarjo-Stasiun Pasar Turi saat menonton pagelaran teatrikal Surabaya Membara di viaduk rel kereta Jalan Tugu Pahlawan, Jumat (9/11) malam.

Informasinya, selain korban tertabrak kereta, beberapa diantaranya banyak yang mengalami luka-luka lantaran jatuh dari viaduk karena menghindari laju kereta. Akibat insiden tersebut, panitia terpaksa menghentikan pentas seni itu pukul 21.00 WIB. Tak lama, petugas medis, polisi, BPBD Linmas Surabaya, dan Satpol PP Surabaya tiba di lokasi dan mengevakuasi para korban.

Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa yang juga menghadiri pagelaran seni itu, menyatakan bela sungkawa kepada para korban di atas panggung. Dia langsung membacakan doa untuk korban di atas panggung.

Kecelakaan Maut

Sejumlah petugas tengah mengidentifikasi jenazah yang meninggal akibat tertabrak kereta saat menonton Surabaya Membara, Jumat (9/11) malam. (Istimewa)

 

“Saya menyatakan turut berduka dengan para korban yang tertabrak kereta di viaduk. Saya mendoakan agar semua amal ibadahnya diterima Tuhan Yang Maha Esa,” kata Khofifah di panggung teatrikal Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018) malam.

Usai berdoa bagi korban, Khofifah memberikan semangat kepahlawanan kepada semua penonton dan masyarakat di lokasi kecelakaan. Meski, banyak penonton yang beranjak pulang, Khofifah masih menyerukan tentang arti semangat kepahlawanan. “Semangat kepahlawanan berarti menunjukkan semangat membela Indonesia,” kata Khofifah.

Menurut data yang dihimpun JawaPos.com (Pojoksatu.id group) terkait kasus kecelakaannya sendiri, para korban masih dalam penanganan tim medis di RSUD dr. Soewandhi, RSUD dr. Soetomo, dan RS PHC. Berikut, identitas sejumlah korban yang berhasil didapatkan dari sejumlah sumber:

A. Dirawat di RSUD Dr M Soewandhie

1. Ahmad Komaruddin, 17, Kendung Indah 4/1, tangan kanan tidak bisa digerakkan

2. Rakhmat Atung, 16, Kendung Indah 1-B/3, indikasi patah tulang pada tangan kiri.

3. Rozak Alepratama, 17, UKA 18-A/6.

4. Yunus Sofa, 53, Kedinding Tengah 4-D/34, sakit di bagian perut

5. Rohman Saputra, 15, Dupak Bangunsari 1/2, indikasi patah tulang pada kaki kanan.

6. Suci Anggraeni, 18, Simo Mulyo Baru 6J/10, dinyatakan pulang.

7. Mr. X. Meninggal Dunia

8. Fajar, 13, Jalan Simokerto 1/85B, Indikasi patah tulang pada tangan kanan.

9. Syaiqul, 13, Jalan Greges Barat Gang Dalam, Indikasi cidera leher.

10. Iqbal, 31, Kejawanan Loro 2/19, Sesak nafas.

11. Risma Safitra, 18, Jalan Platuk Donomulyo 1/D, Sesak Nafas

12. Rafi Syahri Surahman, 12, Jalan Ikan Kerapuh Gang 3/14, Luka ringan lengan.

13. Yoga Revangga, Sumber Wuluh RT 02 RW 01 Damar Blandong, Mojokerto, shock.

B. Korban di IGD RSUD dr. Soetomo

1. Radian Permadin, 16, Wonokesumo Bhakti Gang 1 No 19 Semampir, Nyeri di tangan dan kaki.

2. Masanah, 48, Kedinding Tengah 4 D No. 34 Kenjeran, Sobek di pipi sebelah kiri.

3. Ahmad Nur Aziz, 19, Karang Empat 9/28, Ploso Tmbaksari, nyeri di lengan kiri.

4. Erikawati, 9, Jalan Kalimas Barat No. 61 Surabaya. Meninggal Dunia

5. Mr. X. Meninggal Dunia

Korban yang Dirawat di RS PHC Surabaya

1. Lim Aldi Teguh Saputra, 19, Tuwowo Rejo 3 No. 23 Tambaksari, mengeluh di bagian tangan kanan, sobek di bagian dagu dan lutut kanan.

2. Miftahul Qaromah, 18, Kenjeran 86 DKA, Simokerto. Sobek di bagian dagu, dislokasi pada bagian leher.

3. Liana, 37, Kalias Barat 4/61, Kecamatan Pabean. Sakit di bagian telapak kaki kiri.

(HDR/jpc/pojokjabar)

loading...

Feeds

Lomba PMR yang diselenggarakan di SMPN 21  Bekasi. (ist)

SMPN 21 Bekasi Gelar Kibar ke-IX

PALANG Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 21 Kota Bekasi gelar kibar aksi persahabatan dalam lomba sepulau Jawa-Lampung. Perlombaan yang terselenggara …