Penggembokan Kendaraan Dinilai Tak Efentif, Dishub Kota Bandung Akan Lakukan Operasi Cabut Pentil

BERJAJAR: Beberapa sepeda motor nampak parkir sembarangan di atas trotoar. Pelanggaran tersebut salah satu pemicunya karena kurang area parkir. Istimewa

BERJAJAR: Beberapa sepeda motor nampak parkir sembarangan di atas trotoar. Pelanggaran tersebut salah satu pemicunya karena kurang area parkir. Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bakal melakukan operasi cabut pentil bagi kendaraan yang parkir secara liar. Pasalnya, sanksi terhadap pelanggar berupa penggembokan kendaraan dinilai tak efentif.

“Operasi pencabutan pentil ini kami lakukan karena penggembokan parkir liar tidak efektif,” ujar Sekretaris Dishub Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, kepada wartawan Kamis (8/11/18).

Anton menjelaskan, penggembokan parkir liar tidak efektif karena tidak ada efek jera bagi pelanggar. Para pelanggar hanya diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahan saat mengurus pembukaan gembok di basement Alun-alun, Kota Bandung.

“Karena tidak ada sanksi saat mengurus pembukaan gembok, sehingga tidak ada efek jera,” tambahnya.

Anton menuturkan, beberapa titik yang tidak boleh digunakan untuk tempat parkir adalah, trotoar, ruas jalan yang tidak ada marka dan tempat yang ada rambu larangan berhenti atau parkir. Sementara, sambung Anton, titik yang sering dijadikan tempat parkir liar adalah, pasar tradisional, pusat perkantoran dan pusat pertokoan.

“Kebanyakan yang kami gembok memang sepeda motor,” tuturnya.

Untuk sistem operasi cabut pentil, kata Anton, untuk menambah efek jera dan agar bisa menambah PAD mobil gembos yang akan diderek, dikenakan biaya Rp500 ribu per hari untuk roda empat, sedangkan untuk roda dua Rp250 ribu per hari.

“Jadi kalau 2 hari berarti kena denda Rp1 juta,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kasubnit II dikyasa lantas Polrestabes Bandung, Aiptu Jaja Tursija mengatakan, penggembosan akan dilakukan pada keempat ban mobil.

“Kalau hanya satu ban, bisa diganti dengan ban serep. Jika masih tidak jera, maka tidak menutup kemungkinan operasi akan beralih ke pencabutan ban,” pungkasnya.

(RBD/mur/pojokjabar)

loading...

Feeds

Lomba PMR yang diselenggarakan di SMPN 21  Bekasi. (ist)

SMPN 21 Bekasi Gelar Kibar ke-IX

PALANG Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 21 Kota Bekasi gelar kibar aksi persahabatan dalam lomba sepulau Jawa-Lampung. Perlombaan yang terselenggara …