Motif Ingin Mati Ditembak Polisi karena Pengangguran, Sendirian Pakai Golok Serang Polsek Penjaringan

Pelaku penyerangan Polsek Penjaringan Jakarta Utara diintrogasi petugas

Pelaku penyerangan Polsek Penjaringan Jakarta Utara diintrogasi petugas

POJOKJABAR.com, JAKARTA– Ternyata motif pelaku penyerangan Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, bukan terkait terorisme. Pelaku ingin mati ditembak polisi karena selama ini menderita sakit dan pengangguran.

Seorang pria menyerang markas Polsek Penjaringan, Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 01.35 WIB. Pelaku Rohandi  ini menyerang polisi dengan menggunakan dua senjata tajam.

Pelaku kelahiran 1987 ini tercatat sebagai warga Jalan Masda, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Polda Metro Jaya pun turun tangan menyidik kasus penyerangan Polsek Penjaringan tersebut.

Alat yang digunakan pelaku untuk menyerang Polsek Penjaringan

Alat yang digunakan pelaku untuk menyerang Polsek Penjaringan

 

Petugas menginterogasi pelaku yang ditembak tangannya oleh petugas itu.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku tidak memiliki motif terorisme. Ada motif ekonomi yang melatarbelakangi aksinya tersebut.

“Motifnya, dia ingin mati karena depresi. Dia tidak ada pekerjaan, kemudian mengalami sakit. Jadi, dia ingin bunuh diri dengan menyerang petugas dengan harapan dia akan ditembak oleh petugas,” kata Kapolsek Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar, Jumat (9/11/2018).

Menurut dia, penyerang Polsek Penjaringan itu juga tidak terkait dengan kelompok terorisme mana pun.

“Hasil pemeriksaan sementara tidak ada, tidak ada kaitannya dengan teroris, dengan kelompok tertentu itu tidak ada,” lanjut Rachmat.

Sebelumnya, seorang pria bergolok dan pisau babi menyerang markas Polsek Penjaringan. Teror itu terjadi pada pukul 01.35 WIB, Jumat (9/11/2018).

Bermula saat seorang pria yang mengenakan jaket hitam-merah memarkir sepeda motornya di luar gerbang Polsek Penjaringan.

Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Penjaringan Brigadir Pol Sihite kemudian menyapa pria yang kemudian diketahui bernama Rohandi itu.

Bukannya menjawab, pelaku justru menyerang polisi tersebut dengan menggunakan sebilah golok dan pisau babi. Namun, dia berhasil menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga di SPK.

“Lalu pelaku mengejar dan menuju ke lobi SPK kemudian Kepala SPK/korban berusaha melawan pelaku dan pelaku terus menyerang dengan berteriak Allahu Akbar…Allahu Akbar,” kata Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat.

loading...

Feeds

Lomba PMR yang diselenggarakan di SMPN 21  Bekasi. (ist)

SMPN 21 Bekasi Gelar Kibar ke-IX

PALANG Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 21 Kota Bekasi gelar kibar aksi persahabatan dalam lomba sepulau Jawa-Lampung. Perlombaan yang terselenggara …