Intensitas Hujan Makin Tinggi, Bencana Longsor Mengintai Bandung Barat

Ilustrasi longsor

Ilustrasi longsor


POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Intensitas hujan di bulan November kali ini mengalami peningkatan drastis ketimbang pada bulan Oktober 2018.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan selalu waspada akan bencana alam yang bisa datang kapan saja. Bencana alam tersebut tak lain adalah banjir bandang, longsor dan pergerakan tanah.

Berdasarkan peta prakiraan wilayah yang dilakukan Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu daerah yang masuk dalam zona merah gerakan tanah. Bencana alam itu dapat mengancam apabila curah hujan di atas ambang normal.

Selain pergerakan tanah, bencana banjir bandang juga mengancam warga di tiga kecamatan, yakni Lembang, Parongpong dan Cisarua. Untuk mengantisipasinya, warga yang tinggal di lereng kemiringan terjal diimbau meningkatkan kewaspadaan jika turun hujan yang terjadi terusmenerus.

Kepala Badan Geologi, Rudy Sunendar mengatakan, peta itu merupakan gabungan dari peta pergerakan tanah dan curah hujan. Agar pihak pemerintah daerah mempersiapkan langkah untuk antisipasi bagi warganya, PVMBG selalu menyebarkan peta tersebut ke sejumlah intansi terkait setiap bulan.

“Peta itu diharapkan menjadi acuan untuk antisipiasi berbagai kemungkinan,” kata Rudy, Rabu (7/11). Dalam peta prakiraan itu, menunjukkan adanya perluasan wilayah pergerakan tanah. Pada bulan September 2018, kondisi tersebut telah terdeteksi, tapi tidak pada potensi tinggi. akan tetapi, seiring curah hujan yang semakin tinggi di bulan November ini, wilayah yang mengalami pergerakan tanah pun bisa meluas.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds