Program Pengentasan Banjir di Kota Cimahi Masih Buntu

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Proses pembebasan lahan untuk embung di kawasan Melong masih belum terealisasi. Hal tersebut secara langsung membuat proses pengentasan banjir di Kota Cimahi menemui jalan buntu.

Pasalnya, selain hingga saat ini belum ada kesepakatan kerjasama penanggulangan banjir dengan pihak Kabupaten Bandung mengenai teknis pelebaran saluran menuju muara Sungai Citarum.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana mengungkapkan, pihaknya belum dapat membebaskan lahan seluas hampir 4.000 meter persegi milik PT. Dewa Sutratex karena pemilik lahan belum dapat menunjukan dokumen kepemilikan tanah.

Dengan demikian, pihaknya belim bisa membayar lahan tersebut jika belum mendapatkan dokumen kepemilikan yang berpotensi menimbulkan sengketa.

“Progres pengentasan banjir Melong sudah sampai pada pembebasan lahan di Cigugur Tengah dan sudah kami bayarkan. Kemudian tinggal milik PT. Dewa Sutratex yang sampai sekarang kami masih belum mendapatkan dokumen-dokumen kepemilikannya dari pemilik lahan,” ungkap Nur saat dihubungi, Minggu (4/11).

Seharusnya, pembebasan lahan sudah selesai di akhir tahun 2018 ini. Sebab, untuk pembiayaan pembebasan lahan sudah disediakan anggaran sebesar Rp 47 miliar.

“Lahan yang akan kami bebaskan seluas satu hektare, berada di dua wilayah yaitu, di wilayah Cigugur Tengah seluas 6.000 meter dan 4.000 meter di wilayang Melong itu sendiri,” tuturnya.

Loading...

loading...

Feeds