Ingat Nama Pa Eko yang Viral? Ini Nama Relawan Jokowi – Ma’ruf Amin yang Ngetren di Santri…..

Para pengurus Ekopontren Jawa Barat saat berfoto bersama, siap menangkan Jokowi - Ma'ruf Amin

Para pengurus Ekopontren Jawa Barat saat berfoto bersama, siap menangkan Jokowi - Ma'ruf Amin

POJOKJABAR.com, BANDUNG-Organisasi Masyarakat (Ormas) yang juga merupakan salah satu simpul relawan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin (MA) yaitu Ekonomi Pondok Pesantren (Ekopontren) Mandiri Jokowi-Ma’ruf Amin (JM), biasa disingkat oleh para santri “Ekopontren Mandiri JM”.

Ekopontren Mandiri JM menunjukkan komitmennya dalam mendukung penuh pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang, terutama di wilayah Jawa Barat.

Di antaranya dengan mengikuti rapat kerja dan konsolidasi pemenangan yang digelar Rumah Kerja Jokowi-MA di Ballroom Sangkuriang, Rumah Makan Bale Kambang, Kelurahan Sukajadi, Kota Bandung, pada Sabtu (27/10) kemrin.

Sekjen Ekopontren Mandiri JM Pusat H Deden Saepudin menyebutkan, pihaknya mengutus Pengurus Jabar Ekopontren Mandiri JM. Di antaranya Ustad Ipin dan Cecep dari Kabupaten Purwakarta,  Ustad A Kodir dari Kota Cimahi, dan Ustad Drs H Dede lili MM dari Kabupaten Bandung Barat.

“Raker dan konsolidasi di Bandung itu diikuti oleh 88 simpul relawan di tingkat Jabar, tujuannya untuk mensukseskan Deklarasi Akbar Pemenangan Jokowi-MA Tingkat Jabar yang akan dilaksanakan pada 10 November 2018 mendatang,” kata Deden kepada media, Minggu (28/10).

Deden mengapresiasi kegiatan tersebut, pasalnya, para pengurus Jabar bisa berkoordinasi dengan organ atau simpul lainnya di tingkat jabar untuk pemenangan Jokowi-MA.

“Sebelum Deklarasi tingkat Jabar, Ekopontren Mandiri JM Tingkat Pusat bersama dua organ relawan lainnya, yaitu Koper Jomin dan Kuber Joma akan melaksanakan deklarasi terlebih dahulu pada 2 November 2018 di Harris Hotel Jl. DR. Saharjo No. 191 Tebet, Jakarta,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, Organ relawan Ekopontren Mandiri JM didirikan untuk pemberdayaan ekonomi pesantren di berbagai bidang.

“Baik di bidang pertanian dan peternakan bagi pesantren yang terletak di daerah, perikanan bagi pesantren yang berada di pesisir, dan perbankan bagi pesantren yang berada di perkotaan,” tambah Deden.

Di tempat terpisah ketua Ekopontren DR. KH. Abun Bunyamin, MA mengatakan pesantren ke depan mesti mandiri di bidang ekonomi agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar tanpa tersendat oleh fasilitas. “Baik “software”-nya mau pun “hadware”-nya. Dan pengajarnya pun bisa sejahtera.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan paling tua di Indonesia sehingga harus jadi model pendidikan yang modern dan jadi solusi untuk bangsa,” ujar Ajengan Abun, pemilik pondok pesantren terbesar di kabupaten purwakarta tersebut menjelaskan.(Mar/pojokjabar)

loading...

Feeds