Politisi PDIP Cirebon Keluar Gedung KPK Pakai Rompi Oranye, Lihat Senyumnya ke Arah Sorotan Kamera

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra./Foto: Rmol

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, BANDUNG- Sunjaya ditetapkan tersangka setelah tertangkap tangan terlibat suap menyuap terkait kenaikan jabatan dan penerimaan gratifikasi proyek di Pemkab Cirebon.

Sebelumnya, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Sunjaya Purwadi Sastra selaku Bupati Cirebon.

“Bupati ditahan di K4 (rumah tahanan di belakang Gedung KPK), ya” ujar Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis malam (25/10).

Sunjaya ditahan usai menjalani pemeriksaan intensif sejak ditangkap tim KPK kemarin. Politisi PDIP Cirebon ini keluar gedung KPK mengenakan rompi oranye bertuliskan tahanan KPK. Dia nampak tersenyum ke arah kamera yang menyorotnya.

Sunjaya akan menghuni rumah tahanan KPK selama 20 hari kedepan. Dia disangka KPK menerima suap sebagaimana diatur Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001.

Selain Sunjaya, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas PUPR Cirebon Gatot Rachmanto sebagai tersangka.

Gatot disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimara telah diubah dengan UU 20 Tahun juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya dalam operasi tangkap tangan di Cirebon, Jawa Barat, KPK mengamankan enam pihak. Yakni Sunjaya Purwadistra, Gatot Rachmanto, Kepala Bidang Mutasi Cirebon, Sri Darmanto, Kepala BKPSDM Cirebon, Supandi Priyatna dan dua ajudan Sunjaya berinisial N dan DS.

Dalam operasi senyap itu KPK mengamankan uang tunai dengan total Rp385,965 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

(dem/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds