Terkuak! Ada Penilaian Kuat Mengapa Ridwan Kamil Belum Fasilitasi Persoalan Bantargebang

Ridwan Kamil./Foto: Istimewa

Ridwan Kamil./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Persoalan dana kemitraan TPS Bantargebang kian hari kian memanas.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sendiri belum memutuskan untuk memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Kota Bekasi dengan DKI Jakarta.

Emil sapaannya menilai, pertemuan antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi belum mendesak. Terlebih belum ada permintaan kepada Pemprov Jabar dari kedua belah pihak untuk melakukan mediasi.

“Saya kira belum semendesak itu, karena belum ada permintaan juga. Jadi saya tidak mau terlalu mencampuri hal yang bisa diselesaikan kecuali ada permintaan,” katanya saat ditemui di Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (22/10).

Emil mengakui, dirinya selalu memantau perang statement antara pihak pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi melalui media sosial dengan kilah berhalangan karena menjalankan perjalanan dinas ke luar negeri.

Emil meminta, masalah tersebut bisa diselesaikan dengan musyawarah. Melempar isu melalui media sosial, menurutnya hanya akan memperuncing keadaan.

“Dasarnya itu hubungan antara dua pemerintahan secara langsung yang mempunyai hubungan timbal balik. Menurut saya dimusyawarahkan duduk bersama yang paling pas. Jangan saling menyampikan via media mungkin ada miskomounikasi. Lebih baik dimusyarahkan,” terangnya.

Untuk diketahui, hubungan Jakarta dan Bekasi kembali memanas, terkait masalah sampah dan dana kemitraan yang diajukan Bekasi sejumlah triliun rupiah. Namun, Gubernur DKI Anies Baswedan mengungkapkan Jakarta sudah memenuhi kewajibannya terkait dana sampah.

Anies menegaskan, pihaknya sudah membayar uang kompensasi sampah senilai Rp138 miliar dengan tambahan juga utang tahun 2017 senilai Rp64 miliar. Untuk 2019, jelas Anies, diproyeksikan tonasenya kemudian diturunkan dalam bentuk rupiahnya dan dialokasikan Rp141 miliar.

Puluhan truk sampah DKI dihadang oleh Dishub Kota Bekasi saat menuju Bantargebang. Padahal, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kewajiban DKI memberi dana kompensasi terkait pemanfaatan Bantargebang pada Bekasi sudah diberikan.

(ald/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds