Polsek Sawahan Buktikan Prostitusi di Lokalisasi Dolly dan Jarak Ada, Lihat Geliatnya

MASIH ADA: Imanuel dan empat PSK yang diamankan./Foto: jpc

MASIH ADA: Imanuel dan empat PSK yang diamankan./Foto: jpc

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Bisnis esek-esek di lokalisasi Dolly dan Jarak terbukti masih menggeliat. Padahal, sebelumnya telah dinyatakan ditutup secara resmi pada akhir 2014 lalu.

Polsek Sawahan membutikan kembali berhasil mengungkap praktik prostitusi di eks gang Dolly pada Sabtu malam (20/10). Satu mucikari dan empat pekerja seks komersial (PSK) berhasil diamankan. Mereka digerebek saat sedang melayani tamu di sebuah rumah kos di Jalan Jarak 21 Surabaya.

Mucikari yang ditangkap adalah Imanuel Dakap, 57, warga Jalan Kupang Gunung Timur 6/14 Surabaya. Sedang empat PSK yang diamankan adalah Lia, 28, warga Desa Jeding, Bantur, Malang.

Baca:Bima Arya Dapati Prostitusi Online di Apartemen Bogor Valey, Dua Wanita Belia Dijual

 

Nina Marlina, 28, warga Jalan Dukuh Kupang Timur X, Susi Susanti, 27, warga Bumiarjo dan Munipa, 37, warga Jalan Kuntul, Desa Kalipucang, Tutur Pasuruan.

Selain mereka juga diamankan dan dimintai keterangan tiga orang lelaki hidung belang yang menggunakan jasa mereka.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Hariyoko Widhi mengatakan, penangkapan Imanuel berdasarkan informasi dari masyarakat.

Baca: Apartemen di Kota Bekasi Terindikasi Praktik Prostitusi Online?

 

“Tersangka merupakan mucikari yang sudah lama beroperasi. Bahkan berdasarkan keterangannya kepada penyidik dia sudah menjadi mucikari sejak umur 15 tahun,” ungkap AKP Hariyoko, Minggu (21/10).

Tarif PSK yang ditawarkan Imanuel sangat terjangkau yakni antara Rp 250 hingga Rp 300 ribu.

Kepada peminat, Imanuel menunjukkan foto-foto koleksi PSK-nya. Setelah deal, Imanuel lantas menghubungi PSK yang dipilih oleh pelanggan untuk bersiap.

(yua/jay/sb/yua/jay/jpr/pojokjabar)

loading...

Feeds