‘Gara-gara’ Peliputan Konflik Sensitif, AJI Kumpulkan 25 Jurnalis Indonesia di Bandung

Salah satu simulasi liputan saat agenda AJI./Foto: Istimewa

Salah satu simulasi liputan saat agenda AJI./Foto: Istimewa

“Melalui pelatihan ini saya berharap para jurnalis yang mengikuti pelatihan bisa membantu mengurangi ketegangan konflik dengan karya yang berkualitas dan bertanggung jawab,”jelasnya.

Selain itu, Ketua AJI Bandung Ari Syahril Ramadhan mengatakan pelatihan ini mengajak peserta untuk mengingat kembali prinsip jurnalisme dan kode etik.

“Kedua hal tersebut merupakan titik masuk yang baik untuk mengenalkan keberagaman. Terlebih, Ahmad Junaedi dan Zaky Yamani sebagai pemateri dapat menjelaskan kolerasi antara kode etik dan tema yang diusung,” ujarnya.

Misalnya, tambah pria ini, bagaimana produk-produk jurnalistik tidak ramah keberagaman ternyata berpotensi melanggar etik dan tidak sesuai dengan prinsip jurnalisme.

AJI

Salah satu simulasi liputan saat agenda AJI./Foto: Istimewa

 

“Kami berharap, selepas pelatihan, para jurnalis dapat menghasilkan produk jurnalistik yang ramah keberagaman, mematuhi kode etik dan menjalankan prinsip-prinsip jurnalisme,” tandasnya.

Salah satu peserta acara bernama Dyaning Pangestika mengaku pihaknya menyukai materi yang disampaikan dalam acara ini.

AJI

Peserta sedang menyimak materi dari trainer./Foto: Istimewa

 

“Sebagai wartawan nasional sering mendapatkan berita yang bersinggungan dengan konflik, jadi butuh juga sama ilmu seperti ini,” tambah perempuan asal Bandung ini.

Sebagai informasi, pelatihan ini berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu (20/10/2018) hingga Senin (22/10/2018) dan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengajukan proposal beasiswa peliputan.

AJI

Peserta sedang menyimak materi dari trainer./Foto: Istimewa

 

Setiap usulan dibahas melalui diskusi kelompok dan diikuti penguatan serta penajaman ide cerita dari pelatih yang bertindak sebagai mentor di kelompok masing-masing. Selanjutnya akan dipilih 10 peserta yang memiliki usulan liputan terbaik.

Bandung sendiri menjadi kota ketiga setelah Pontianak dan Palembang. Selanjutnya, pelatihan serupa akan digelar di Manado (26-28 Oktober 2018) dan Ambon (2-4 November 2018).

AJI

Peserta sedang menyimak materi dari trainer./Foto: Istimewa

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds