‘Gara-gara’ Peliputan Konflik Sensitif, AJI Kumpulkan 25 Jurnalis Indonesia di Bandung

Salah satu simulasi liputan saat agenda AJI./Foto: Istimewa

Salah satu simulasi liputan saat agenda AJI./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Aliansi Jurnalis Independen (AJI) membantu 25 jurnalis berbagai daerah di Indonesia bagaimana melakukan peliputan konflik sensitif di Bandung, Minggu (21/10/2018). Khususnya konflik agama dan etnik.

Caranya dengan penyelenggaraaan acara bersama dengan Deutsche Welle (DW) Akademie, Jerman. Acara ini diikuti 25 jurnalis, tepatnya dari berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jambi, Bali, dan Papua.

Tema yang diambil “Sebuah Dialog Antaragama bagi Jurnalis Indonesia”. Isu tersebut dinilai berpotensi mengancam kehidupan bertoleransi dalam beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

Trainer DW Akademie Ayu Purwaningsih menyatakan Bandung dipilih sebagai salah satu lokasi lantaran berbagai pertimbangan. Salah satunya dari berbagai riset yang dilakukan beberapa lembaga mencatat Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan angka intoleransi yang cukup tinggi.

“Banyak aksi kekerasan yang menimpa warga dan yang cukup menonjol adalah kelompok-kelompok minoritas,” katanya.

AJI

Peserta sedang menyimak materi dari trainer./Foto: Istimewa

 

Bentuk kekerasannnya, lanjut perempuan berambut panjang ini, beragam, mulai dari pelarangan beribadah, perusakkan tempat ibadah, ancaman dan intimidasi kelompok keagamaan, kriminalisasi lewat pasal penodaan agama, diskriminasi, sampai pembiaran oleh aparat negara.

Ayu menambahkan, media memiliki peran penting dalam penyebaran informasi di masyarakat.

loading...

Feeds