Jalani Sidang, Dua Pelaku Pengeroyok Haringga Sirla Terancam 15 Tahun Penjara

Rekonstruksi pengeroyokan suporter Persija Jakarta Haringga Sirla oleh oknum bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)./Foto: jpc

Rekonstruksi pengeroyokan suporter Persija Jakarta Haringga Sirla oleh oknum bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)./Foto: jpc

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dua anak terdakwa pengeroyok suporter Persija, Haringga Sirla, mulai memasuki persidangan. Terdakwa yaitu ST (17) dan DN (16) diancam hukuman 15 tahun bui.

Hal itu tertuang dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung dalam sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (16/10/18).

Sidang berlangsung secara tertutup di ruang sidang anak. Dalam petikan surat dakwaan dari jaksa, ST dan DN didakwa dua pasal. Dakwaan pertama, para terdakwa dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam dakwaan ini, ancaman hukuman mencapai 15 tahun bui.

Selain itu, ST dan DN juga didakwa Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan mengakibatkan korban meninggal dunia juncto UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Ancaman hukuman dalam pasal ini mencapai 12 tahun.

Dalam surat dakwaan disebutkan ST dan DN datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk menyaksikan pertandingan Persib melawan Persija pada 23 September 2018. ST yang saat itu tengah minum kopi di pintu gerbang biru, mendengar ada keributan.

“Pelaku I (ST) menghampiri sumber suara dan melihat korban sedang dipukuli oleh beberapa Bobotoh. Korban saat itu sudah dalam posisi duduk namun masih sadar,” kata jaksa, Melur Kimaharandika, dalam surat dakwaan.

loading...

Feeds