‘Perang’ Teriakan Warga Petobo, Suara Retakan dan Ambruknya Bangunan, Sosok ‘Malaikat’ tanpa Pakaian Jadi Penolong

Gempa dan Stunami di Palu, Sigi dan Dongala.

Gempa dan Stunami di Palu, Sigi dan Dongala.

“Waktu itu Awan di atas motor yang diparkir, Ainun saya gendong. Tiba-tiba gempa terjadi dan kami semua terjatuh, termasuk Awan,” kata Burhan.

Seketika orangtua Ainun datang menolong anaknya, sementara Burhan segera menggendong Trisakti dan mengambil posisi duduk agar tidak terjatuh.

“Saat tanah berhenti bergetar, tiba-tiba tanah terbelah lalu keluar lumpur. Kami terseret masuk lumpur,” tutur Burhan.

Tanah yang bergerak itu, lanjutnya, sudah ‘menelan’ tubuhnya sampai sebatas dada. Segala usaha ia lakukan agar bisa keluar dari hisapan lumpur tersebut.
Satu-satunya yang membuat dirinya masih berada di atas tanah adalah dengan berpegang erat pada tanah yang keras.

Penampakan Petobo, Palu Barat, yang mengalami likuifaksi usai gempa dan tsunami

Penampakan Petobo, Palu Barat, yang mengalami likuifaksi usai gempa dan tsunami./Foto: ps

“Saya terus berteriak minta tolong sambil berpegang pada bagian tanah yang keras,” lanjutnya.

Akan tetapi, teriakan minta tolongnya itu tak kunjung mendapat tanggapan karena suasana saat ini membuat warga saling menyelamatkan diri.

“Kami ikut terseret terus pergeseran tanah,” jelasnya.

(fat/ps/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds