‘Perang’ Teriakan Warga Petobo, Suara Retakan dan Ambruknya Bangunan, Sosok ‘Malaikat’ tanpa Pakaian Jadi Penolong

Gempa dan Stunami di Palu, Sigi dan Dongala.

Gempa dan Stunami di Palu, Sigi dan Dongala.

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Burhan, korban likuifaksi, warga Petobo, menceritakan, suasana saat itu begitu mencekam.

Warga berlarian dan saling berteriak. Ditambah suara retakan dan ambruknya bangunan yang terus digulung tanah.

Keluar dari hisapan lumpur bukan perkara mudah. Bahkan saat pergerakan tanah sudah berhenti sekalipun.

Kondisi itu, katanya, berlangsung sampai sekitar enam jam lamanya.

“Mulai jam 19.00 sampai 1 dini hari. Terus gak bisa kemana-mana,” tuturnya.

Saat didera rasa putus asa dan tak bisa berbuat apa-apa, pertolongan pun datang kepadanya.
Namun, ‘malaikat’ penolongnya, bebernya, berpenampilan sangat aneh. Penolongnya itu tak memakai pakaian.

Burhanuddin Warga Petobo

Burhanuddin, salah satu warga Petobo yang selamat dari likuifaksi setelah 6 jam terkubur lumpur. Foto: Medil

loading...

Feeds