IPW Sebut Kasus Buku Merah Upaya Adu Domba Polri dan KPK, Polri Harus Agresif Ungkap Kasus 1 Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian./Foto: jpc

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian./Foto: jpc

POJOKJABAR.com, BANDUNG- Kasus buku merah jelas sebagai upaya adu domba antara Polri dan KPK untuk munculkan kembali cicak buaya jilid 3.

Pasalnya, kasus daging dengan tersangka Patrialis Akbar itu sudah lama selesai proses hukumnya di KPK.

Demikian Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menegaskan.

“Apalagi ketua KPK Agus Raharjo sudah mengatakan dugaan aliran dana ke Tito itu tidak benar. Dan buku catatan yang disebut sebagai Buku Merah itu hanya sebagai petunjuk yang sudah diklarifikasi ke Basuki Hariman bahwa tidak benar memberikan uang ke Tito,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Jumat(12/10).

Menurutnya, dalam kasus buku merah yang menyeruak akhir-akhir ini, jelas terlihat sangat sarat dengan permainan manuver politik ketimbang kasus hukumnya.

KPK

Ilustrasi

 

Apalagi, mengingat kasus hukumnya sudah selesai seperti kata Ketua KPK.

“Sasaran kasus Buku Merah ini jelas dan terang benderang hendak menyasar ke pemerintahan Jokowi, ada pun Kapolri Tito Karnavian hanya sebagai sasaran.

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi,.Foto: jpc

 

Karena itu, kata Neta, Polri harus agresif dan cepat mengusut siapa di belakang IndonesiaLeaks dan apa motivasinya membuka kasus Buku Merah yang sudah tuntas ditangani KPK.

“Jika Polri bisa agresif dan cepat mengungkap kasus hoax Ratna Sarumpaet tentunya Polri bisa cepat pula mengusut Indonesia Leaks yang terindikasi menyebar hoax agar tidak muncul kegaduhan di masyarakat,”ungkapnya.

Ratna Saruampaet

Ratna Saruampaet

(fir/pojokjabar)

loading...

Feeds