DPR RI Sebut Ada 3 Persoalan Akut di Pemerintahan Jokowi, Secara Gentlemen Seharusnya Jokowi Bertindak Begini

Ilustrasi

Ilustrasi

Poin kedua, jelas Hergun, pemerintah tidak taat asas. Menaikan harga BBM non-subsidi tanpa melalui konsultasi dengan DPR adalah sebuah kesalahan. Sebab, setiap kebijakan yang melibatkan pengurangan atau penambahan subsidi haruslah dikonsultasikan terlebih dahulu kepada parlemen. Merujuk kepada Perpres No. 191/2014, meskipun fungsi kontrol DPR atas kebijakan harga BBM non- subsidi telah diamputasi, namun DPR perlu dimintai persetujuannya jika terkait penetapan harga BBM bersubsidi.

Pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 menaikkan subsidi sebesar 2,1 persen dari Rp 168,87 triliun menjadi Rp 172,41 triliun. Dari jumlah tersebut, anggaran subsidi untuk dialokasikan sebesar Rp 103,37 triliun.

Ilustrasi

Ilustrasi

 

“Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers, di Kantornya, Senin (21/8) lalu mengatakan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), gas LPG 3 kilogram (Kg), dan tarif dasar listrik di 2018,” katanya.

Poin Ketiga, ungkap Hergun, buruknya proses perumusan kebijakan secara keseluruhan tadi menandai lemahnya leadership dalam pemerintahan kita. Kenapa kebijakan yang belum matang kajian dan analisisnya bisa diumumkan?.

“Dari sini, alasan Presiden yang membatalkan kenaikan Premium karena ingin cermat dalam memutuskan harga Premium, sangat tidak masuk akal. Justru pembatalan oleh Presiden, menandakan hal sebaliknya. Pemerintah lagi-lagi sembrono dalam memutuskan sebuah kebijakan sensitif,” tuturnya.

Lagi pula, lanjut Hergun, pembatalan kebijakan yang belum seumur jagung ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya publik juga mencatat pemerintah pernah beberapa kali membatalkan kebijakan yang pernah diambilnya, seperti pembatalan kebijakan full day school, pembatalan pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri, pembatalah kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Jalan Tol, serta pembatalan kebijakan Pajak Bunga Deposito.

HARGA BBM NAIK: Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke kendaraan konsumen di SPBU di kawasan Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, kemarin (26/2). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite mulai dari Rp300 hingga Rp750 per liter tergantung jenis BBM dan daerah terhitung sejak Sabtu kemarin, untuk menyesuaikan kenaikan harga minyak dunia.

Ilustrasi. Ahmad Fachry/Radar Depok

(feb/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …