Peredaran Narkoba di Kota Cimahi Masih Kuat, Ini Buktinya

Ilustrasi

Ilustrasi

Sejak bulan April hingga September 2018, total perkara yang dilimpahkan ke Kejari Cimahi mencapai 56 kasus dengan total pelaku sekitar 80 orang.

“Satu perkara itu ada yang dua pelaku, ada juga yang lebih dari dua. Ada yang mengedarkan, ada juga penyalahguna, jumlahnya berimbang,” tuturnya.

Menurutnya, untuk obatobatan terlarang yang diamankan dari penyalahguna, ratarata dikonsumsi oleh sopir angkot maupun anak jalanan.

“Bisa juga dikonsumsi anak sekolah. Mereka biasanya sudah punya tempat beli obat itu, dan kita akan telusuri sumbernya,” tegasnya.

Kejari Cimahi langsung memusnahkan ratusan gram ganja, ribuan pil terlarang, puluhan gram sabu-sabu, dan barang bukti lain hasil tindak pidana kejahatan yang sudah inkrah.

Jumlah total barang bukti peredaran dan penyalahgunaan narkotika adalah shabu sebanyak 61,6587 gram, ganja sebanyak 648,9815 gram, obat-obatan terlarang seperti tramadol, trihexipenidil, hexymer, dextrometrophan dan ekstasi 2.128 butir.

“Barang bukti ini hasil pengungkapan kasus dari April hingga September 2018. Untuk nilai uangnya sekitar Rp80 juta,” ungkap Kepala Kejari Cimahi, Harjo.

(RBD/cr1/pojokjabar)

loading...

Feeds