Pemadaman Listrik Bergilir di Cimahi Berangsur Pulih

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIMAHI– Sejumlah wilayah PLN area Cimahi masih akan mengalami pemadaman listrik bergilir menyusul gangguan transmisi sutet di Paiton Kediri yang mengakibatkan terputusnya pasokan listrik jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali).

Namun jumlah wilayah yang terkenda dampak semakin berkurang seiring mulai pulihnya pasokan listrik dari sejumlah pembangkit yang sempat terkendala.

Dilansir Pikiran Rakyat, Asisten Manajer Jaringan PLN Area Cimahi Arrafat Alfarizi mengatakan, wilayah yang akan mengalami pemadaman listrik pada Jumat 7 September 2018 siang yaitu daerah Selat Sawu, Lagadar, Nanjung, Margaasih, Cipatik, Cihampelas dan Saguling.

“Gangguan itu terjadi sejak hari Rabu dengan wilayah yang luas. Sekarang sudah mulai pulih dan berkurang wilayah yang terkena dampak meski masih ada hingga siang ini,” ujarnya ditemui di Kantor PLN area Cimahi, Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kota Cimahi.

Ia mengatakan, secara keseluruhan untuk distribusi di Jawa Barat dampak akibat gangguan tersebut mengalami penurunan daya sebesar 815 MW. Sementara untuk Kota Cimahi mengalami penurunan 30 hingga 60 MW pada beban puncak siang hari.

“Sedangkan saat malam hari, penurunannya bisa lebih besar hingga 100 MW. Namun dari jaringan lebih tinggi saat ini sudah berangsur mulai pulih dan pasokan listrik terus bertambah,” katanya.

Daya listrik yang tidak terpakai menimbulkan kerugian. Namun untuk gangguan lokal pihaknya masih bisa melakukan antisipasi. “Hitungan kerugiannya per KWH yang dijual sesuai tarif per golongan belum kami hitung total,” ucapnya.

Atas hal tersebut, pihaknya berharap gangguan tersebut bisa segera tuntas agar distribusi pasokan listrik ke masyarakat bisa kembali normal.

“Karena tidak enak pelayanan terhadap pelanggan terganggu dan banyak pengaduan juga dari masyarakat. Mereka bertanya sampai kapan pemadamannya,, kita usahakan pulih secepat mungkin. Kalau pasokan dari pembangkit sudah mulai normal kami harapman nanti sore atau saat beban puncak malam tidak ada lagi pemadaman bergilir,” kata Arrafat.

Untuk itu pihaknya selalu menginformasikan kepada pelanggan terkait pemadaman bergilir tersebut.
Terutama pada pelanggan PLN yang harus diprioritaskan agar tidak terdampak pemadaman tersebut.

“Skala prioritas, seperti kantor pemerintahan, rumah sakit, pelanggan premium. Itu kami prioritaskan tetap teraliri listrik. Tapi kalau memang harus terjadi pemadaman bergilir, waktunya kami atur pada malam hari karena tidak ada kegiatan atau pelayanan tidak seperti siang hari,” tuturnya.

(pr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds