Jelang Idul Adha, Pasokan Sayuran di Kota Cimahi Naik 50 Persen

Ilustrasi Pedagang sayur

Ilustrasi Pedagang sayur

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Jelang Idul Adha 1439 Hijriyah yang jatuh pada hari Rabu (22/8/18), harga sejumlah sayuran di beberapa pasar tradisional di Kota Cimahi menunjukkan tren kenaikan.

Kenaikan tersebut diketahui setelah Tim Terpadu dari Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) serta Polres Cimahi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional.

Berdasarkan hasil sidak di Pasar Cimindi Jalan Mahar Martanegara, harga sayuran yang naik seperti buncis, kacang panjang, dan cabai hijau Kacang panjang yang sebelum dijual seharga Rp12 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp22 ribu perkilogram, buncis dari Rp15 ribu perkilogram menjadi Rp22 ribu perkilogram, serta cabai hijau dari Rp20 ribu perkilogram menjadi Rp 31 ribu perkilogram.

Menurut Kepala Seksi Perdagangan pada Disdagkoperind, Agus Irwan, kenaikan tersebut dipicu oleh musim kemarau yang mengganggu pasokan ke sejumlah pasar di KotaCimahi.

“Kenaikannya hingga 100 persen dari tiga jenis sayuran itu. Kita coba tanya ke penjual, mereka bilang karena pasokannya menurun, pasti berkenaan dengan musim kemarau juga,” katanya saat ditemui disela-sela sidak.

Namun, kata dia, kenaikan tiga komoditas sayuran tersebut tak berpengaruh banyak pada daya beli masyarakat jelang Idul Adha nanti. Sementara sejumlah komoditas lainnya, tak mengalami banyak kenaikan bahkan cenderung stabil.

“Sebetulnya tidak terlalu berpengaruh juga, karena sayuran yang harganya naik itu kan bukan kebutuhan pokok, lain halnya kalau kebutuhan pokok sepertu beras yang harganya naik, pasti kisruh,” tuturnya.

Sementara itu, harga daging ayam yang beberapa minggu sebelumnya dijual perkilogram, saat ini dijual di kisaran harga Rp35 ribu perkilogram. Harga telur ayam menjadi Rp22 ribu perkilogram yang sebelumnya dijual lebih dari harga Rp30 ribu perkilogram.

“Kalau harga daging sapi sepeeti yang sudah kami prediksi, stabil di harga Rp 110 ribu perkilogram. Kemungkinan harga daging ayam dan telur itu bisa turun lagi, tapi tidak bisa dipastikan juga,” katanya.

Dari segi permintaan, Agus memprediksi menjelang hari libur Idul Adha nanti akan ada peningkatan, sampai lebih dari 50 persen. Beruntung pasokan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras dan minyak sampai saat ini masih terjaga.

“Kalau melihat aktivitas di pasar, pasti nanti ada peningkatan, kurang lebih H-2 sekitar 20 persen. Puncaknya kemungkinan besok, diprediksi mungkin sampai 50 persen atau lebih,” terangnya.

(RBD/cr1/pojokjabar)


loading...

Feeds