Begini Cara DPRD Jabar Dorong Masyarakat Bantu Korban Gempa Lombok

Suasana Gempa di Lombok./Foto: Firdaus

Suasana Gempa di Lombok./Foto: Firdaus

Cari Aman

POJOKJABAR.com, BANDUNG– DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendorong masyarakat untuk turus membantu korban bencana Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Selain untuk meringankan kerugian yang dialami masyarakat, juga dapat memberikan motivasi.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana usai melepas bantuan logistik korban gempa Lombok melalui Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Halaman Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (10/8).

Baca: Pengakuan Warga di Bali, Gempa Lombok Utara Juga Terasa?
“Tentunya ini sebagai permulaan untuk menstimulasi bantuan-bantuan lainnya, rencananya beberapa lembaga kemanusiaan akan melakukan hal yang sama dalam waktu dekat ini,” ujar Haris.

Menurtnya, untuk penyerahan bantuan sebaiknnya diberikan kepada lembaga kemanusiaan yang resmi.

Pasalnya, ada kekhawatiran justru bantuannya tidak sampai ke korban bencana.

Baca: Video Saat Gempa di Lombok Utara Bikin Bulu Kuduk Merinding, Lihat Juga Foto–fotonya
Sudah menjadi kebiasaan setiap terjadi bencana pasti banyak bermunculan penggalangan dana yang masif.

Di satu sisi hal itu merupakan sikap positif, disisi lain pertanggungjawabannya yang rentan.

Biarlah untuk aksi penggalangan dana di jalanan yang bersifat liar itu diserahkan kepada aparat penegak hukum,” katanya.

Baca: Gempa Lagi di Lombok Utara Magnitudo 6.2 , Begini Kondisinya

Politisi PKS itu menambahkan, bantuan tidak hanya saat ini saja tetapi juga akan dilakukan berkesinambungan.

Tidak menutup kemungkinan dari berbagai instansi maupun perorangan bakal bermunculan juga.

Dalam waktu dekat ini juga rencananya Baznas akan melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Baca: Indonesia Kembali Diguncang Gempa 6,2 SR, Kini Wilayah Sumbawa

Sementara itu, Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Jawa Barat Adi Nurdiansyah mengatakan, saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan oleh korban gempa bumi Lombok adalah bahan pangan.

Untuk menanggualngi hal tersebut pihaknya mengirimkan 6000 paket pangan, yang berisi sembako, makanan instan dan makanan khusus balita.

“Kalau sekarang adalah fase emergency jadi yang paling dibutuhkan adalah bahan pangan salah satunya makanan, terutama untuk balita makanannya akan berbeda,” ujar Adi.

(aga/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds