Penyebab Kebakaran di Perbukitan Gunung Bohong Cimahi Belum Terungkap

Kebakran rumput ilalang di perbukitan Gunung Bohong Jalan Antareja, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Ist

Kebakran rumput ilalang di perbukitan Gunung Bohong Jalan Antareja, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Ist

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Penyebab kebakaran rumput ilalang yang terjadi di perbukitan Gunung Bohong Jalan Antareja, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, belum bisa dipastikan.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, dalam upaya menindaklanjuti peristiwa kebakaran di bukit Gunung Bohong, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman agar diketahui penyebabnya.

“Sampai sekarang kami belum bisa memastikan apa penyebabnya,” kata Rusdy.

Selain melakukan pendalaman, pihak kepolisian dan unsur TNI masih tetap berjaga di sekitaran area kebakaran. Pengawasan tersebut dilakukan untuk menciptakan rasa nyaman bagi warga sekitar.

“Kami juga khawatir ada kebakaran susulan, sebab tidak bisa diprediksi,” terangnya.

Dia menyebutkan, saat kobaran api yang membakar rumput ilalang di bukit tersebut terus menjalar, pihaknya bersama Pemadam Kebakaran cukup kewalahan lantaran harus menggunakan cara manual. Terlebih, alat pemadam tidak sampai ke perbukitan yang mencapai lebih 50 meter.

“Saat pemadaman, diturunkan sekitar 100 personel gabungan. Sebab, masih ada empat titik yang masih menyala kala itu. Alhamdulilah sekitar jam 1.30 Wib api dipastikan padam,” ungkapnya.

Rusdy juga mengimbau kepada masyarakat sekitar terutama saat melakukan pembakaran rumput atau lainya. Sebab bahan kering dan angin kencang memudahkan api menjalar dengan cepat.

“Intinya saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tandasnya.

Namun demikian, meski kebakaran sudah lewat masyarakat sekitar masih merasa was-was. Terlebih, sejauh ini kebakaran ilalang pasti terjadi namun waktunya tidak bisa diprediski.

“Saya rasa ini harus dijadikan pelajaran bagi warga lainnya. Jangan suka bakar-bakaran seenaknya. Kalau apinya merembet bisa banyak orang celaka,” kata Nur (44) warga sekitar lokasi kebakaran.

Kata dia, pada saat musim kemarau, ilalang dan pohon bambu di bukit kondisinya sangat kering sehingga mudah terbakar.

“Mudah-mudahan warga sadar setelah kejadian ini,” ucapnya.

(RBD/gat/pojokjabar)


loading...

Feeds