35 Persen Anak di Kota Cimahi Miliki KIA

(Ilustrasi) Kartu identitas anak.

(Ilustrasi) Kartu identitas anak.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Jumlah pemegang Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Cimahi tahun 2018 mencapai 41 ribu anak. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, angka tersebut dari jumlah keselurahan 118 ribu anak. Dengan begitu, anak yang sudah memiliki KIA mencapai 35 persen.

Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, M. Suryadi mengatakan, proses pembuatan KIA ini tidaklah sulit. Bahkan bisa dilakukan dengan cepat karena bisa selesai dalam waktu sehari saja.

Namun, jika proses pembuatannya ingin cepat selesai, pemohon atau orang tua anak diharapkan melengkapi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan.

Sehingga akan memudahkan petugas untuk mengerjakannya. Adapun persyaratan yang harus dilengkapi diantaranya, Akta kelahiran dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). Untuk anak usia bawah lima tahun, tidak perlu memakai foto.

Sementara anak diatas enam tahun diwajibkan menggunakan foto. Untuk lebih mempercepat prosesnya, Disdukcapil menyediakan alat foto.

“Tentunya untuk pelayanan masyarakat harus diutamakan, tapi kita juga minta kerjasamanya agar para pemohon sudah jauh hari mempersiapkan persyaratannya,” ujarnya.

Suryadi menyebutkan, KIA diperlukan untuk mempertegas status identitas anak yang memiliki hak konstitusional sebagai warga negara Indonesia, bahkan sejak dini. Itu sudah diatur dalam Undang-undang, bahwa semua warga negara harus memiliki kartu identitas, termasuk anak-anak.

“Kalau usianya 17 tahun ke atas, itu punya KTP. Tapi kalau usianya 17 tahun kurang sehari saja, itu masih mendapatkan KIA. Ini program nasional,” tegasnya.

Menurut dia, memiliki KIA banyak manfaat yang bisa diperoleh. Misalnya, ketika anak sedang tidak didampingi anggota keluarganya, maka bila terjadi suatu hal yang tidak disangka atau anak hilang, akan mudah untuk menelusuri dari mana anak tersebut berasal.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna berharap, dinas terkait bisa semakin memperbaiki pelayanan dan sosialisasi terkait pembuatan KIA kepada masyarakat. Jangan hanya sebatas seremonial saja. Tapi manfaatnya harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya d Kota Cimahi.

“jelas, sosialisasinya masih perlu ditingkatkan. Harus mau jemput bola untuk terus meningkatkan pembuatan KIA bagi anakanak,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds