Aksi #2019GantiPresiden Dominan Provokasi Masyarakat, Banser Jabar Bakal Lakukan Ini

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, BANDUNG- Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat siap pasang badan jika aksi #2019GantiPresiden digelar di wilayah Jawa Barat.
Pasalnya, aksi yang dikabarkan akan berlangsung pada Sabtu (11/8) mendatang itu, mengambil tempat di Kota Bandung. Maka dari itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat telah mengeluarkan peringatan terkait aksi tersebut telah terbukti memicu konflik horizontal seperti di Batam pada Minggu (29/7) lalu.

“Sabilitas keamanan di Jawa Barat yang utama. Banser siap jadi garda terdepan mengawal kondusifitas tersebut,” kata Komandan Satkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi kepada RMOLJabar (Pojoksatu.id), Kamis (2/8).

Baca: Polisi Periksa 5 Saksi Teror Bom Molotov di Rumah Inisiator #2019GantiPresiden

Menurutnya, bukan hanya imbauan yang dikeluarkan MUI Jawa Barat, tetapi pada 2006 juga MUI mengeluarkan Fatwanya tentang bentuk NKRI dan dasar negara Pancasila.

Inti dari fatwa tersebut, kata Yudi, segala kegiatan yang mengarah terhadap tindakan inkonstitusional tidak bisa dibenarkan karena dasar negara Indonesia menjunjung tinggi falsafah Pancasila.

“Nah aksi #2019GantiPresiden itu lebih dominan pada upaya provokasi terhadap masyarakat, yang arahnya menuju aksi inkontitusional seperti yang terjadi di negara lain menjelang Pemilu,” jelas Yudi.

Baca: Ada Kaitan Politik di Balik Pelemparan Bom di Rumah Penggagas #2019GantiPresiden?

Oleh karena itu, lanjut Yudi, Banser Jabar siap mengawal amanat MUI perihal keprihatinannya atas aksi #2019GantiPresiden yang telah terjadi Batam, tempo lalu. Kemudian rencana aksi serupa yang akan digelar di Jabar.

Yudi menegaskan, pengawalan amanat itu dilakukan demi kemaslahatan masyarakat Jabar.

Baca: Calon Petahana Jokowi, Perhatikan Data Statistik Ini Biar Tidak Keok, Takar Juga Kampanye Tagar #2019GantiPresiden

“Kami akan kawal amanat MUI tersebut. Segala bentuk aksi yang akan memicu konflik sosial, akan kami halau. Apalagi jika digeser ke Jawa Barat,” tegas Yudi.

Sebelumnya, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Akhyar di kantornya, Jalan L. L. R. E Martadinata, Kota Bandung menegaskan kegiatan Ganti Presiden di Batam beberapa waktu lalu sebagai contoh pemicu konflik antar bangsa.

MUI Jabar tidak akan menerima kegiatan serupa di Jawa Barat karena sudah nyata lebih dominan unsur provokasi dan mengarah kepada aksi inkonstitusional, dibandingkan sebagai kegiatan yang menjunjung tinggi demokrasi.

Baca: Viral Spanduk Selamat Idul Fitri Sindir #2019GantiPresiden di Jalan Tol Bikin “Gerah” Sosial Media

Kami menilai, seharusnya gerakan tersebut menyuarakan ajakan untuk berkompetisi secara sehat, sesuai dengan konstitusi dan mengangkat hal-hal positif yang ditawarkan kepada rakyat Indonesia dari calon-calon yang dijagokan pada Pilpres 2019 yang akan datang, siapapun calonnya itu,” tukas Rafani.

(bon/rmol/pojokjabar)

 

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds