Kebakaran di Jalan Lembong Kota Bandung Bukan Gara-gara Tikus, Melaikan

PUNGUT: Sejumlah korban kebakaran di gang Tera, Bandung mencari harta benda yang bisa diselamatkan aibat dilalap si jago merah. AZIS ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG

PUNGUT: Sejumlah korban kebakaran di gang Tera, Bandung mencari harta benda yang bisa diselamatkan aibat dilalap si jago merah. AZIS ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Penyebab kebakaran di Gang Nur, Jalan Lembong kota Bandung masih menyisakan polemik. Awalnya, kebakaran tersebut diduga ulah tikus, namun ada pengakuan berbeda dari salah seorang korban kebakaran.

Korban tersebut adalah Wahyudin, ia mengaku kejadian kebakaran itu bukan diakibatkan tikus. Ia menilai jika kebakaran terjadi akibat kelalaian salah satu warga yang berjualan gas di kawasan gang tersebut.

Wahyudin mengatakan, awal mengetahui kebakaran melalui telefon genggam dari salah satu keluarga. Kemudian langsung meninggalkan kerjaan untuk langsung menuju kediamanya dan menyelamatkan keluarga dan harta benda.

“Setelah sampai di tempat, usut punya usut api berawal dari tabung gas tetangga dan keadan sedang tidak normal,” kata dia.

Wahyudin menjelaskan, salah satu pemilik rumah yang menimbulkan kebakaran tersebut tidak segera memadamkan api melainkan langsung melarikan diri dan mengamankan beberapa barang pribadinya. setelah hendak kabur beberapa warga sempat menghadang kemudian diamankan pihak berwajib.

“Jadi kejadiannya bukan gara-gara tikus melainkan karena kelalaian, kita tidak menyalahkan tapi gimana lagi,” ungkapnya.

Wahyudin menambahkan, keseharian orang tersebut sebagai penjual nasi pecel lele selain itu sebagai penjual gas. Tetangga sudah mengetahui bahwa beliau memang bukan warga asli, beberapa kali warga sudah sering mengingatkan untuk hati-hati dalam berjualan gas.

“Kerugian yang saya alami, kulkas, kompor gas terus mesin cuci hangus kemudian surat nikah, ijazah, dan surat motor,” kata Wahyudin.

Selain itu,ia juga kehilangan Rp 5 juta yang diletakanya didalam kamar. Kemudian cincin mas kawin dari hasil pernikahannya lenyap dimakan si jago merah.

“Alhamdulilah bantuan beberapa dari komunitas dan bantuan pemerintah Kota Bandung juga sudah sampai, tapi saya ingin bapak Walikota melihat langsung keadaan kami,”tuturnya.

(RBD/azs/pojokjabar)

loading...

Feeds