Setnov Harus “Akrab” dengan Sayur Asem, Sayur Lodeh, Tahu, Tempe, Lantaran…

Setya Novanto saat akan dieksekusi ke LP Sukamiskin, Jumat (4/5)/Foto: via Jawapos

Setya Novanto saat akan dieksekusi ke LP Sukamiskin, Jumat (4/5)/Foto: via Jawapos


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Hari kedua terpidana kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) Setya Novanto sudah mengikuti kegiatan di dalam Lapas Sukamiskin, Bandung. Menurut informasi menu andalan yang bisa disajikan Lapas Sukamiskin adalah nasi, sayur asem, sayur gudeg, tahu, tempe. Selama tinggal di balik jeruji besi Lapas Sukamiskin, kemungkinan Setnov sebutan Setya Novanto akan mencicipi hidangan menu Lapas.

Kapala Lapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husen mengatakan pihak lapas selalu menyediakan menu-menu sederhana untuk para narapidana di Lapas Sukamiskin. Tak terkecuali dengan Setnov, kemungkinan pun akan ikut mencicipi sajian sederhana namun tetap sehat di Lapas.

“Biasanya nasi, sayur asem, sayur lodeh, tahu, tempe, kaya gitu aja biasa,” kata Wahid Husen kepada JawaPos.com, Sabtu (5/5).

Baca juga: Seta Novanto Pamit dari “Kosan”, Pindah ke “Pesantren”

Namun, di hari kedua Setnov tinggal di Bandung, Kalapas belum sempat mendapat laporan banyak terkait Setnov. Pasalnya Wahid Husen yang baru beberapa bulan menjabat Kalapa Sukamiskin itu sedang berkegiatan di luar Lapas. Sehingga belum bisa menyampaikan secara detail kegiatan hingga menu makan yang dikonsumsi Setnov itu.

Namun, lanjutnya, setiap narapidana Lapas Sukamiskin diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan dari rumah yang telah dibawa pihak keluarga. Ataupun, bisa saja membeli dari kantin.

“Karena saya di luar, saya kurang tahu ya (menu makan Setnov). Tapi boleh juga bawa dari rumah, boleh beli dari warung kan ada kantin juga (di lapas). Terserah selera ya, mau makan pakai menu dari lapas ya enggak masalah,” jelasnya.

Baca juga: Waduh, Setnov dan Nazarudin Bakalan Banyak Diskusi Hangat, Begini Kata Kuasa Hukum Setnov

Mantan ketua DPP partai Golkar itu terbukti melakukan korupsi yang merugikan negara sebanyak Rp 2,3 triliun dari mega proyek KTP-el masyarakat Indonesia. Atas kesalahannya, Setnov divonis hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu, dirinya diwajibkan membayar uang pengganti sebesar USD 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik. Majelis hakim pun telah menjatuhkan pidana tambahan, berupa pencabutan hak politik selama lima tahun setelah rampung menjalani masa pidana.

(ona/JPC)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds