MUI Jabar Pastikan MUI Pusat Tangani Puisi Sukmawati, “Selesaikan dengan Komunikiasi,”

Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei (kiri)./Foto via Rmol.co

Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei (kiri)./Foto via Rmol.co


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas dalam menyikapi puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri.

Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei mengatakan, permasalahan tersebut telah ditangani oleh MUI pusat. Sebagai perwakilan di daerah, pihaknya akan mengawal apa yang menjadi keputusan MUI Pusat.

“Sikap MUI Jabar, mengharapkan situasi kondusifitas terjaga betul, apabila ada hal-hal yang ada dan mengganggu akibat kurang komunikasi, maka selesaikan dengan komunikasi,” kata Rahmat di MUI Jabar, Jalan L.L.RE. Martadinata No.105, Bandung, Jumat (5/4).

Menurutnya, perdamaian tetap harus dikedepankan sebagai prinsip kehidupan bernegara. Apalagi, yang bersangkutan sudah meminta maaf dan mengaku tidak ada maksud menghina agama Islam.

Baca juga: MUI Jabar Imbau Umat Islam Tak Ikut Demo 2 Desember, Ini Sebabnya !

“Kalau sudah meminta maaf, maka kita maafkan. Urusan tadi tentu kalau dosa urusan masing-masing individu antara dia dengan Allah saja,” jelas Rahmat.

Rahmat mengimbau, seluruh masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana atas kejadian tersebut. Meskipun ada yang tidak setuju dengan sikap MUI Pusat yang memaafkan Sukamawati. Menurutnya, hal itu biasa terjadi antara pro dan kontra.

“Ada yang tidak setuju (sikap MUI) jangan sampai diperlebar. Kami mendengar ada yang tidak setuju, tapi itu biasa,” ucap Rahmat.

Sebelumnya, puisi yang dibacakan Sukmawati dalam acara 29 tahun Anne Avantie berkarya, Rabu (28/3) lalu mendapat respon dari masyarakat. Bahkan di antaranya berujung pada pelaporan kepada kepolisian.

Tercatat, sudah ada dua laporan yang diterima Polda Metro Jaya terkait puisi tersebut. Kedua pelapor adalah pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat dan politikus Partai Hanura, Amron Asyhari yang mendatangi Markas Polda Metro Jaya, Selasa (3/4).

(jar/rmol/pojokjabar) 

Loading...

loading...

Feeds